Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Makin 'Bergantung' Tiongkok, Impor Tembus Lebih dari Rp4.000 Triliun di 2025

        Indonesia Makin 'Bergantung' Tiongkok, Impor Tembus Lebih dari Rp4.000 Triliun di 2025 Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 241,86 miliar dolar AS atau setara dengan Rp4.076 triliun (asumsi kurs Rp16.855). Angka ini tumbuh 2,83% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

        Secara sektoral, terjadi pergeseran komposisi. Impor migas menyusut 9,67% menjadi 32,77 miliar dolar AS. Sebaliknya, impor nonmigas justru meningkat 5,11% menjadi 209,09 miliar dolar AS.

        Nilai impor barang modal tercatat sebesar 41,75 miliar dolar AS dengan kenaikan signifikan pada tiga pos utama, yaitu mesin perlengkapan elektrik (HS85), mesin perlengkapan mekanis (HS84), dan kendaraan beserta bagiannya (HS87). Sementara itu, impor bahan baku turun tipis 0,83% menjadi 169,30 miliar dolar AS, dan impor barang konsumsi tercatat 22,42 miliar dolar AS.

        Data BPS mengonfirmasi ketergantungan Indonesia pada produk impor asal Tiongkok semakin dalam. Sepanjang 2025, nilai impor nonmigas dari Tiongkok mencapai 86,99 miliar dolar AS, melonjak 21,4% dari realisasi 2024 yang sebesar 71,63 miliar dolar AS.

        Kenaikan tajam ini membuat pangsa pasar Tiongkok dalam struktur impor nonmigas Indonesia menguat secara signifikan, dari 36,29% pada 2024 menjadi 41,60% pada 2025. Tiga golongan barang utama yang diimpor dari Cina adalah mesin/peralatan mekanis (19,74 miliar dolar AS), mesin perlengkapan elektrik (19,05 miliar dolar AS), dan kendaraan beserta bagiannya (4,93 miliar dolar AS).

        Di sisi lain, dua negara tradisional pemasok utama Indonesia, Jepang dan Korea Selatan, justru kehilangan pangsa pasar. Porsi produk Jepang tergerus dari 7,53% menjadi 6,90%, sedangkan Korea Selatan turun dari 4,36% menjadi 4,10%. Impor dari Korea Selatan bahkan anjlok dari 8,67 miliar dolar AS (2024) menjadi 7,61 miliar dolar AS (2025).

        Dengan demikian, Tiongkok semakin kokoh sebagai negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia, diikuti oleh Jepang dan Amerika Serikat di posisi berikutnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: