FWD Insurance dan PJI Bangun Ekosistem Literasi Keuangan, JA SparktheDream Edukasi 2.300 Pelajar di 13 Kota
Kredit Foto: Istimewa
Derasnya arus digitalisasi keuangan yang kian menyentuh usia anak, literasi finansial tak lagi cukup diajarkan sebagai teori di ruang kelas.
Menjawab tantangan itu, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menghadirkan program JA SparktheDream tahun keempat dengan pendekatan berbasis ekosistem, yang menghubungkan keluarga, sekolah, dan pelaku jasa keuangan dalam satu pengalaman belajar yang berkelanjutan.
Pada tahun yang keempat ini, program JA SparktheDream akan memberikan edukasi keuangan kepada lebih dari 2.300 siswa sekolah menengah pertama di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bandung, Cimahi, Semarang, Surabaya, Sidoarjo, dan Denpasar yang akan berlangsung hingga November 2026.
Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik menjelaskan JA SparktheDream memberikan edukasi literasi keuangan secara holistik melalui empat sesi pembelajaran di kelas yang disampaikan oleh fasilitator PJI bersama guru dan sukarelawan FWD Insurance dengan metode yang interaktif, memadukan sesi kelas, platform pembelajaran daring, serta aktivitas rumah bersama keluarga sebagai bagian integral dari proses belajar.
Aktivitas rumah ini mendorong siswa untuk mempraktikkan langsung pembelajaran keuangan melalui diskusi keluarga, pencatatan sederhana pengeluaran, serta pengambilan keputusan finansial sehari-hari dengan pendampingan orang tua. Pendekatan ini bertujuan agar literasi keuangan tidak berhenti sebagai teori, melainkan menjadi kebiasaan yang tertanam dalam keseharian anak.
“Di era digital, anak-anak semakin cepat terpapar pada berbagai pilihan finansial beserta risiko yang menyertai. Setelah berhasil menjangkau hampir 6.000 siswa sejak tahun 2023, kami ingin menghadirkan pembelajaran JA SparktheDream yang semakin relevan dengan realita mereka, sekaligus melibatkan orang tua dan sekolah sebagai satu ekosistem. Kami percaya literasi keuangan yang dipraktikkan sejak dini di rumah dan sekolah akan menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan,” jelas Rudy, Senin (9/2/2026).
Pendekatan berbasis ekosistem ini menjadi semakin penting di tengah kondisi literasi keuangan nasional saat ini. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa masih tertinggal di angka 56,42%.
Di sisi lain, generasi muda kini tumbuh di tengah ekosistem keuangan digital yang semakin kompleks, dengan kemudahan akses layanan keuangan, termasuk dompet digital, yang berpotensi menimbulkan risiko jika tidak dibarengi pemahaman yang memadai.
Adapun, Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia, Utami Anita Herawati mengungkapkan, partisipasi guru dalam JA SparktheDream kami rancang sebagai proses penguatan kapasitas jangka panjang.
Melalui program ini, guru memperoleh bekal metodologi, materi, dan pendekatan pembelajaran yang dapat dikembangkan dan diadaptasi ke dalam kurikulum literasi keuangan di sekolah secara berkelanjutan.
"Kehadiran sukarelawan FWD Insurance turut memperkaya proses belajar dengan contoh nyata, sehingga guru dan siswa memperoleh perspektif yang utuh antara teori, praktik, dan realitas di lapangan,” katanya.
Pelaksanaan JA SparktheDream tahun keempat diawali dengan seminar literasi keuangan bagi orang tua dan siswa bertajuk “Kelola Uang Hari Ini, Aman Esok Hari” yang diselenggarakan di SMP Al-Jannah, Depok. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran orang tua sebagai pendamping utama anak dalam membangun kebiasaan dan pengambilan keputusan finansial yang sehat sejak dini.
Sementara itu, Dewi R.D. Amelia, CFP, selaku narasumber, menekankan bahwa pengelolaan keuangan tidak ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan, melainkan oleh kebiasaan dan keputusan finansial yang diambil sehari-hari.
Baca Juga: FamilyMart Resmi Ekspansi ke Bandung, Buka 7 Gerai Sekaligus
“Mengelola uang dimulai dari praktik sederhana, seperti memahami ke mana uang kita digunakan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyiapkan perlindungan keuangan. Keputusan-keputusan kecil yang kita ambil hari ini, mulai dari cara menentukan prioritas, menabung, hingga merencanakan tujuan akan sangat menentukan rasa aman dan ketenangan di masa depan. Oleh karena itu, literasi keuangan perlu dibangun secara praktis, relevan, dan dapat langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dengan mengedepankan ekosistem pembelajaran yang hidup di rumah dan sekolah, JA SparktheDream menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FWD Insurance dan PJI untuk memperkuat fondasi literasi keuangan anak Indonesia, sekaligus mendukung terciptanya masa depan finansial yang lebih sehat dan berdaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: