Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kondisi Ekonomi Bikin Warga RI Cemas, Mayoritas Masyarakat Masih Sekadar Bertahan Secara Finansial

Kondisi Ekonomi Bikin Warga RI Cemas, Mayoritas Masyarakat Masih Sekadar Bertahan Secara Finansial Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah gejolak ekonomi dan politik, banyak masyarakat Indonesia mengaku belum merasa aman secara finansial. Hal itu tercermin dalam hasil FWD Consumer Outlook Survey di Indonesia yang menunjukkan sebanyak 66 persen responden masih merasa stres, khawatir, atau sekadar “bertahan” secara finansial.

Sementara itu, dalam survei yang dilakukan FWD Group bersama Ipsos, hanya 34 persen responden yang merasa cukup percaya diri atau aman terhadap kondisi keuangannya.

Di tengah kondisi tersebut, PT FWD Insurance Indonesia meluncurkan produk Asuransi Jiwa FWD Income Prosperity yang menawarkan manfaat perlindungan jiwa sekaligus manfaat tunai tahunan terencana untuk membantu masyarakat menjaga stabilitas finansial jangka panjang.

Direktur Utama FWD Insurance, Jeffrey Woo, mengatakan perubahan kondisi ekonomi turut mengubah kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan. Menurut dia, masyarakat kini tidak hanya membutuhkan proteksi terhadap risiko, tetapi juga kepastian dalam perencanaan keuangan.

“Kami memahami bahwa di tengah berbagai perubahan yang terjadi saat ini, banyak masyarakat ingin memiliki masa depan yang lebih tenang dan terarah. Karena itu, kebutuhan akan perlindungan kini tidak hanya soal berjaga-jaga terhadap risiko yang mungkin terjadi, tetapi juga menghadirkan manfaat tunai yang terstruktur serta kepastian dalam perencanaan keuangan,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2026).

Ia menambahkan, produk tersebut dirancang agar masyarakat memiliki visibilitas yang lebih jelas terhadap perencanaan keuangan jangka panjang.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, selisih antara tingkat inklusi dan literasi keuangan melebar menjadi 14,05 persen, meningkat dibandingkan 9,59 persen pada 2024. FWD menilai kondisi tersebut menunjukkan tantangan literasi keuangan di Indonesia masih cukup besar.

FWD Income Prosperity menawarkan sejumlah fitur, antara lain manfaat tunai tahunan sebesar 14 persen atau 17 persen dari premi tahunan sesuai pilihan nasabah, manfaat akhir masa asuransi sebesar 108 persen dari total premi yang dibayarkan, hingga perlindungan jiwa tanpa pemeriksaan kesehatan untuk uang pertanggungan hingga Rp2 miliar.

Pada kesempatan yang sama, public figure Agatha Suci menilai produk dengan manfaat terstruktur dapat membantu keluarga dalam melakukan perencanaan keuangan.

“Merencanakan perlindungan bagi keluarga terasa lebih mudah dengan adanya produk asuransi jiwa yang memiliki manfaat terstruktur. Ini membantu saya untuk lebih fokus pada keluarga,” kata Agatha.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri