- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Unilever (UNVR) Raup Penjualan Rp31,94 Triliun di 2025, Laba Melejit 126%
Kredit Foto: Reuters
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat lonjakan kinerja signifikan sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Kamis (12/2), Perseroan membukukan laba sebesar Rp7,64 triliun, melesat 126,82% dibandingkan Rp3,36 triliun pada 2024.
Dari sisi topline, penjualan bersih tercatat Rp31,94 triliun, tumbuh 4,31% dari Rp30,62 triliun pada tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh sebesar Rp23,35 triliun, naik dari Rp22,42 triliun. Sementara itu, segmen makanan dan minuman menyumbang Rp8,58 triliun, meningkat dari Rp8,19 triliun.
Seiring kenaikan penjualan, harga pokok penjualan turut naik menjadi Rp16,94 triliun dari Rp16,06 triliun. Namun demikian, laba bruto tetap meningkat menjadi Rp14,99 triliun dibanding Rp14,55 triliun pada 2024.
Baca Juga: Unilever (UNVR) Bakal Gelar RUPSLB Bulan Depan, Ini Agendanya
Dari sisi beban operasional, beban pemasaran dan penjualan turun menjadi Rp7,39 triliun dari Rp7,67 triliun. Beban umum dan administrasi juga menyusut cukup signifikan menjadi Rp2,06 triliun dari Rp3,06 triliun.
Sementara itu, beban lain-lain meningkat menjadi Rp44,68 miliar dari Rp17,5 miliar. Dengan kombinasi tersebut, laba usaha naik menjadi Rp4,59 triliun dari Rp3,8 triliun.
Kinerja keuangan lainnya menunjukkan penghasilan keuangan meningkat menjadi Rp24,44 miliar dari Rp16,1 miliar. Di sisi lain, biaya keuangan membengkak menjadi Rp118,18 miliar dari Rp72,27 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp4,49 triliun, naik dari Rp3,75 triliun.
Baca Juga: Penjualan Eceran Menguat, BI Waspadai Kenaikan Harga
Beban pajak penghasilan juga meningkat menjadi Rp960,98 miliar dari Rp846,49 miliar, sehingga laba dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp3,53 triliun, lebih tinggi dari Rp2,9 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, posisi keuangan UNVR hingga 31 Desember 2025 juga menunjukkan penguatan. Total aset naik menjadi Rp20,01 triliun dari Rp16,04 triliun pada Desember 2024. Liabilitas bengkak menjadi Rp15,54 triliun dari Rp13,89 triliun, sementara ekuitas melonjak signifikan menjadi Rp4,47 triliun dari Rp2,14 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: