Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OpenAI Tunda Peluncuran Gadget AI Hingga 2027, Ini Penyebabnya

        OpenAI Tunda Peluncuran Gadget AI Hingga 2027, Ini Penyebabnya Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        OpenAI terpaksa menunda peluncuran perangkat keras pertamanya yang semula dijadwalkan meluncur pada tahun 2026.

        Penundaan ini dipicu oleh gugatan pelanggaran merek dagang dari startup perangkat audio iyO yang keberatan dengan penggunaan nama produk OpenAI. 

        Dalam dokumen persidangan terbaru, perusahaan pimpinan Sam Altman ini menyatakan bahwa pengiriman perangkat ke konsumen kini dijadwalkan baru akan terealisasi sebelum akhir Februari 2027.

        Sengketa hukum ini muncul setelah OpenAI mengakuisisi ios, sebuah startup yang didirikan oleh mantan bos desain Apple, Jony Ive. 

        Sebagai konsekuensi dari gugatan tersebut, OpenAI memutuskan untuk tidak menggunakan nama "io" maupun "IYO" dalam strategi pemasaran dan penjualan produk hardware mereka. 

        "OpenAI sedang meninjau ulang strategi penamaan produknya," ungkap dokumen tersebut seperti dikutip dari MacRumors, Kamis (12/2/2026). 

        Hingga saat ini, OpenAI juga mengaku belum memproduksi kemasan maupun materi pemasaran untuk perangkat tersebut.

        Meski rincian teknis masih sangat terbatas, perangkat AI ini dipastikan tidak akan memiliki layar dan didesain cukup kompak untuk masuk ke saku pengguna. 

        Gadget ini dirancang untuk memahami konteks lingkungan sekitar pengguna secara real-time melalui integrasi ChatGPT. 

        Baca Juga: OpenAI Mulai Garap Perangkat Keras Berbasis AI, Apa Produknya?

        Sam Altman dikabarkan telah memuji prototipe buatan Jony Ive ini di hadapan para karyawannya sebagai teknologi paling keren yang pernah dilihat dunia. 

        Meskipun prototipe sudah tersedia sejak November 2025, proyek ini masih menghadapi beberapa kendala teknis yang perlu diselesaikan sebelum diproduksi secara massal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: