Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BYD Sealion 7 Tidak Hanya Murah, Ini Bukti Evolusi EV China

        BYD Sealion 7 Tidak Hanya Murah, Ini Bukti Evolusi EV China Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pergeseran strategi produsen otomotif China kini semakin terlihat jelas seiring perubahan pendekatan pasar yang lebih menonjolkan kualitas produk dan teknologi, bukan semata harga rendah.

        Pada era awal penetrasi mobil China di banyak negara berkembang, pabrikan seperti Chery, Geely, DFSK, dan Wuling masuk dengan strategi “price war” menawarkan kendaraan baru pada harga sangat terjangkau guna menarik konsumen yang sensitif terhadap harga.

        Model seperti Chery QQ, Geely Panda, DFSK Glory 580, dan Wuling Confero menjadi contoh kendaraan China yang dikenal harga murah di pasar Indonesia dan negara ASEAN lainnya pada dekade terakhir.

        Strategi itu efektif membangun volume penjualan cepat, tetapi seringkali diikuti oleh persepsi bahwa mobil China identik murah dengan kualitas yang biasa saja.

        Kini peta persaingan mulai bergeser drastis, ditandai oleh kehadiran kendaraan seperti BYD Sealion 7, SUV listrik mid-size yang menempatkan teknologi, jarak tempuh, performa, dan fitur lengkap sebagai nilai jual utama.

        Sealion 7 merupakan bagian dari Ocean Series BYD yang secara global diposisikan untuk bersaing di segmen SUV listrik premium-mid dan membawa nama besar pabrikan EV China yang kini tumbuh pesat.

        Dari sisi baterai, model ini menggunakan BYD Blade Battery berkapasitas 82,56 kWh berbasis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal stabil dan aman secara termal, serta mendukung pengisian cepat DC hingga 150 kW.

        Baca Juga: BYD Ajukan Gugatan Terkait Tarif di Mahkamah Agung Amerika Serikat

        Dalam standar uji NEDC, Sealion 7 varian Premium mampu menempuh hingga 567 km per charge, sedangkan varian lebih bertenaga Performance AWD mencatat jarak tempuh sekitar 542 km, angka yang tergolong tinggi di kelas SUV listrik mid-size.

        Spesifikasi performa varian Premium RWD mencakup tenaga 230 kW dan torsi 380 Nm dengan akselerasi 0–100 km/jam sekitar 6,7 detik, sedangkan Performance AWD dengan dua motor listrik membawa tenaga hingga 390 kW dan torsi 690 Nm serta akselerasi 0–100 km/jam sekitar 4,5 detik, menunjukkan karakter sporty SUV listrik tersebut.

        Infrastruktur platform listrik seperti e-Platform 3.0 dan struktur bodi dengan teknologi CTB (Cell-to-Body) di Sealion 7 memperlihatkan investasi BYD dalam rekayasa baterai dan kerangka kendaraan yang kuat serta efisien.

        Selain performa dan jarak tempuh tinggi, kabin Sealion 7 dilengkapi fitur modern seperti layar sentuh putar 15,6 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto, sistem audio premium, serta berbagai elemen kenyamanan dan keselamatan aktif (Advanced Driver Assistance System).

        Perubahan strategi ini bukan sekadar soal menambahkan fitur, tetapi menunjukkan pendekatan reputasi merek jangka panjang yang ingin BYD bangun di luar hanya memperebutkan harga jual terendah.

        Analis otomotif melihat bahwa banyak konsumen kini sudah lebih kritis terhadap aspek keselamatan, teknologi baterai, dan pengalaman berkendara keseluruhan — aspek yang kini menjadi senjata utama produsen China seperti BYD.

        Transformasi ini juga tercermin dari bagaimana Sealion 7 diposisikan di pasar Indonesia, dengan harga kompetitif tetapi tetap membawa spesifikasi tinggi yang relevan dengan SUV listrik global.

        Permintaan konsumen untuk EV yang bukan hanya efisien, tetapi juga premium-feel, menunjukkan pasar otomotif China kini bergerak ke fase quality war, kompetisi berbasis kualitas dan inovasi teknis.

        Era penetapan harga rendah semakin tergeser oleh kebutuhan konsumen akan teknologi baterai superior, performa tinggi, dan fitur canggih.

        Sealion 7 menjadi simbol nyata bahwa merek China kini mampu bersaing dengan rival dari Jepang, Korea, dan Eropa berdasarkan value proposition yang lengkap, bukan sekadar harga murah, di pasar SUV listrik yang berkembang cepat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: