Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gelombang Migrasi Politik Menguat, 150 Kader PSI Hijrah ke PDI Perjuangan Jawa Barat

        Gelombang Migrasi Politik Menguat, 150 Kader PSI Hijrah ke PDI Perjuangan Jawa Barat Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Fenomena migrasi politik kembali mengemuka di Jawa Barat. Sebanyak 150 kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi menyatakan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Jawa Barat, menandai pergeseran arah politik yang tidak lagi sekadar simbolik, tetapi ideologis.

        Perpindahan massal ini dipimpin oleh Alexander J. Ricky, mantan Wakil Ketua PSI Kota Bandung. Ia menegaskan bahwa keputusan hijrah tersebut lahir dari refleksi panjang terhadap dinamika politik nasional dan arah perjuangan partai.

        “Partai politik bersifat dinamis. Awalnya PSI kami anggap wadah yang tepat, namun seiring perkembangan situasi politik saat ini, kami meyakini PDI Perjuangan adalah rumah yang lebih selaras dengan nilai dan ideologi perjuangan kami,” ujar Alexander di Bandung, Jumat (13/2/2026).

        Alexander menepis anggapan bahwa migrasi politik ini dilandasi pragmatisme kekuasaan. Menurutnya, kepindahan tersebut murni didorong oleh idealisme dan keinginan untuk menemukan kendaraan politik yang dinilai lebih konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

        “Kami bergabung untuk benar-benar melayani masyarakat dan membangun Indonesia yang lebih baik. PDI Perjuangan kami lihat sebagai wadah yang mampu mewujudkan harapan dan cita-cita tersebut,” tegasnya.

        Para kader yang bergabung berasal dari berbagai tingkatan struktural PSI, mulai dari pengurus kecamatan hingga kota/kabupaten. Bahkan, di antaranya terdapat mantan calon legislatif PSI pada Pemilu 2019, Pilkada 2024, hingga Pemilu 2024.

        Menurutnya, gelombang migrasi ini belum berakhir. Dari total kader yang menyatakan bergabung, sekitar 150 orang hadir langsung dalam deklarasi. Namun, Alexander memastikan bahwa angka tersebut belum final.

        “Masih ada rekan lain yang berhalangan karena hari kerja. Administrasi dan kehadiran mereka akan menyusul. Ke depan akan ada gelombang kedua, ketiga, dan seterusnya,” ujarnya.

        Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan kader PSI lain yang berminat hijrah masih terus berlangsung, menandakan potensi migrasi politik yang lebih besar di masa mendatang.

        Perpindahan ini disambut langsung oleh Rafael Situmorang, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Secara simbolis, Rafael mengenakan jaket PDI Perjuangan kepada perwakilan kader baru—sebuah gestur penerimaan sekaligus penegasan identitas politik.

        “PDI Perjuangan adalah rumah besar kaum nasionalis. Kami terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi yang sama yakni nasionalisme, Pancasila, dan semangat toleransi terlepas dari latar belakang sebelumnya,” kata Rafael.

        Ia menegaskan, keselarasan gagasan dan nilai menjadi syarat utama, bukan asal-usul politik masa lalu. Selanjutnya,

        seluruh kader yang bergabung akan segera diproses pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA). 

        Lebih jauh, Rafael menyebut PDI Perjuangan memiliki berbagai sayap organisasi yang dapat menjadi ruang aktualisasi bagi kader baru.

        Baca Juga: Pegang Perintah Prabowo, Satpol PP DKI Berani Copot Bendera Partai yang Terpasang di Flyover

        “Setelah KTA selesai, kami lihat kelengkapan organisasi yang bisa ditempati, mulai dari badan saksi, bantuan hukum, hingga ekonomi kreatif. Intinya, PDI Perjuangan siap menjadi rumah perjuangan,” jelasnya.

        Migrasi Politik sebagai cermin perubahan perpindahan massal kader PSI ke PDI Perjuangan Jawa Barat ini menjadi sinyal kuat bahwa peta politik terus bergerak. Migrasi politik tidak lagi semata tentang menang atau kalah dalam pemilu, tetapi tentang pencarian identitas, konsistensi ideologi, dan rumah perjuangan yang dirasa paling relevan dengan aspirasi kader.

        Di tengah fluiditas politik nasional, langkah 150 kader ini bisa menjadi awal dari babak baru konsolidasi kekuatan politik di Jawa Barat dan mungkin menjadi cerminan dari pergeseran yang lebih besar di panggung politik Indonesia. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: