Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Industri Kopi Terus Menggeliat, Kini Ada Inovasi Penyajian Cepat 'Draft Coffee'

        Industri Kopi Terus Menggeliat, Kini Ada Inovasi Penyajian Cepat 'Draft Coffee' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia memegang posisi strategis dalam peta kopi dunia. Berdasarkan data Kementerian Pertanian periode 2022-2025, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, dengan total produksi mencapai sekitar 789.000 ton per tahun. Dari jumlah tersebut, 150.000 ton merupakan kopi arabika, sementara 600.000 ton lainnya adalah robusta.

        Di sisi konsumsi, geliat budaya ngopi semakin terasa. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan konsumsi per kapita menjadi 1,8 kg per tahun pada 2023-2024, melonjak signifikan dibandingkan hanya 1,0 kg pada tahun 2013. Sementara itu, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikan konsumsi domestik Indonesia periode 2025/2026 stabil di angka 4,81 juta kantong atau setara 288.600 ton. Angka dari sumber lain, seperti Kementan dan Databoks, bahkan memperkirakan konsumsi nasional bisa mencapai 360.000 hingga 370.000 ton jika menyertakan produk kopi instan dan kopi siap minum (RTD/Ready to Drink).

        Di tengah tren pertumbuhan ini, berbagai inovasi bermunculan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin cerdas. Dari kedai kopi yang mengintegrasikan sistem pemesanan online hingga mesin kopi otomatis berteknologi tinggi, industri kopi domestik terus beradaptasi. Salah satu konsep yang mulai menarik perhatian adalah draft coffee, yang salah satunya diperkenalkan oleh Tanamera Coffee.

        Berbeda dari kopi dingin biasa, draft coffee menghadirkan pengalaman baru. Konsep ini menggunakan sistem tap atau keran layaknya minuman draft pada umumnya, yang memungkinkan penyajian lebih cepat dengan tekstur lebih lembut. Metode ini umumnya memanfaatkan teknik cold brew yang kemudian diproses menggunakan mesin khusus.

        Di Indonesia, Tanamera Coffee Indonesia turut menghadirkan inovasi ini melalui pengembangan produk draft coffee. General Manager Tanamera, Rangga Hady Tama, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan konsumen perkotaan.

        "Kita mau kopi itu cepat. Tapi kita tetap mau fresh, smooth dan effortless," ujarnya di kedai Tanamera, Pasaraya Blok M, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).

        Menurut Rangga, selama ini kopi dengan kualitas baik kerap identik dengan waktu tunggu yang cukup lama. "Biasanya kualitas itu berbanding lurus sama waktu tunggu ya untuk mendapatkan produk kualitas," ujarnya lagi.

        Untuk menghadirkan solusi yang tetap menjaga mutu rasa, tim Tanamera melakukan riset dan pengembangan selama sekitar satu hingga satu setengah tahun. Secara teknis, draft coffee ini berbasis cold brew, yaitu metode seduh dengan air suhu ruangan yang didiamkan selama beberapa jam.

        Metode ini dikenal menghasilkan karakter rasa yang lebih halus dengan tingkat kepahitan lebih rendah dibandingkan seduhan air panas. Setelah proses cold brew selesai, kopi kemudian dimasukkan ke mesin draft dan diberi injeksi gas khusus.

        "Setelah itu cold brew tersebut dimasukkan ke mesin draft kita dan di-inject dengan special gas yang memberikan foam dan natural sweetness," jelas Rangga.

        Proses ini menciptakan lapisan foam di bagian atas serta sensasi rasa manis alami tanpa tambahan gula, menjadikannya pilihan menarik bagi penikmat kopi yang ingin menikmati kemanisan alami dari biji kopi.

        Dari sisi bahan baku, draft coffee di Tanamera menggunakan campuran tiga origin kopi Indonesia. "Jadi ini adalah blendingan antara tiga origin, dari Aceh, Toraja, dan Bali," ujar Rangga.

        Ia juga menekankan komitmen perusahaan terhadap kopi lokal. "Kita berkomitmen hanya menggunakan kopi specialty dari Indonesia... dan kita tidak menjual satu pun kopi yang berasal dari luar," tegasnya.

        Tanamera memperkenalkan tiga pilihan, yaitu Draft Black, Draft White, dan Caramel. Seluruhnya disajikan dingin tanpa tambahan es batu, sehingga volume minuman tetap utuh tanpa pencairan. Proses penyajiannya pun relatif singkat, hanya kurang dari 10 detik saja. Dengan harga mulai dari Rp30.000, draft coffee diposisikan sebagai produk premium yang tetap terjangkau.

        Kehadiran inovasi ini menunjukkan bagaimana industri kopi terus beradaptasi terhadap kebutuhan pasar, memadukan kualitas, kepraktisan, dan pengalaman konsumsi dalam satu sajian. Di tengah gempuran gaya hidup serba cepat, draft coffee hadir sebagai jawaban bagi para penikmat kopi urban yang tak ingin berkompromi dengan cita rasa.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: