- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Kinerja Kuartal I 2026 Diprediksi Melambat, Unilever Fokus Jaga Momentum Bisnis
Kredit Foto: Lestari Ningsih
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memprediksi pertumbuhan akan melambat pada kuartal pertama 2026. Perlambatan tersebut diperkirakan terjadi karena waktu perayaan Idul Fitri yang lebih awal, sehingga pola belanja konsumen bergeser ke kuartal sebelumnya.
“Pergeseran waktu ini diperkirakan akan menekan pertumbuhan kuartal pertama 2026 sekitar 3%. Namun, di sisi lain akan mendorong pertumbuhan kuartal kedua sekitar 3%,” kata Presiden Direktur, Benjie Yap.
Perseroan menilai dampak tersebut bersifat musiman dan tidak mencerminkan momentum bisnis secara mendasar. Meski ada efek jangka pendek, arah perbaikan struktural yang dijalankan sepanjang 2025 diyakini tetap memberikan fondasi kuat. Fokus kinerja Unilever pada 2026 tetap diarahkan pada pertumbuhan yang didorong kualitas dan volume, bahkan melampaui tren pasar.
“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak. Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat cara kami menjalankan strategi di setiap kanal. Prioritas kami adalah untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, bertanggung jawab, dan memberikan nilai nyata bagi masyarakat Indonesia di 2026 dan tahun-tahun mendatang," ujar Benjie.
Baca Juga: Unilever Jual Bisnis Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun, Targetkan Rampung Kuartal I
Sepanjang 2025, Perseroan membukukan laba bersih dari operasi yang masih berjalan sebesar Rp3,5 triliun, meningkat 21,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi topline, penjualan bersih tercatat Rp31,94 triliun, tumbuh 4,31% dari Rp30,62 triliun pada tahun sebelumnya.
Untuk membangun minat konsumen secara luas, Unilever memperkuat keunggulan merek dan formulasi, mempertajam proposisi merek, serta meningkatkan pendekatan promosi melalui strategi social-first.
Perseroan juga melakukan penyesuaian harga yang selektif untuk menyeimbangkan kesenjangan nilai, mendorong premiumisasi, memperbarui kemasan, serta berinvestasi pada ketersediaan dan visibilitas produk di seluruh saluran.
Divestasi strategis atas bisnis es krim dan teh turut membuka ruang bagi Perseroan untuk fokus pada Power Brands dan kategori dengan potensi jangka panjang lebih besar.
Sebanyak 16 merek, termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso, mencatat pertumbuhan pada 2025 dan berkontribusi sebesar 75% terhadap total penjualan, dengan pertumbuhan penjualan mencapai 9,1%.
Lebih lanjut, Perseroan berinvestasi dalam penguatan infrastruktur distribusi guna menghadirkan toko yang lebih baik dan lebih banyak, sekaligus memastikan ketersediaan produk di berbagai kategori.
Baca Juga: Unilever Tebar Dividen 100%, Plus Tambahan dari Penjualan Es Kream dan Sariwangi
Kehadiran di saluran pertumbuhan masa depan turut diperluas, terutama pada D-Commerce dan Health & Beauty yang menunjukkan pertumbuhan signifikan dan membentuk perilaku belanja konsumen.
Langkah tersebut mendukung kinerja Unilever baik di perdagangan tradisional maupun ekosistem digital yang terus berkembang. Sepanjang 2025, Perseroan juga menjaga disiplin pengurangan biaya dengan mengintegrasikan produktivitas di seluruh rantai nilai.
Efisiensi ini memungkinkan reinvestasi pada pembangunan merek, inovasi, serta prioritas pertumbuhan strategis, sehingga memperkuat margin dan fondasi keuangan.
“Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas," tambah Benjie.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: