Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengelola Ancol (PJAA) Kantongi Laba Bersih Rp180,19 Miliar pada 2025

        Pengelola Ancol (PJAA) Kantongi Laba Bersih Rp180,19 Miliar pada 2025 Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba bersih Rp180,19 miliar hingga akhir tahun 2025. Capaian tersebut tumbuh tipis 1,35 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp177,79 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar meningkat menjadi Rp113 dari posisi sebelumnya Rp111.

        Pada periode ini, pendapatan usaha PJAA sesungguhnya mengalami penyusutan 11,42 persen menjadi Rp1,12 triliun, dari Rp1,26 triliun pada periode akhir tahun 2024.

        Pendapatan tersebut ditopang segmen pariwisata sebesar Rp807,97 miliar, perdagangan dan jasa Rp228,24 miliar, serta real estate Rp223,9 miliar, lalu dikurangi biaya eliminasi Rp138,91 miliar.

        Di sisi biaya, beban pokok pendapatan dan beban langsung tercatat Rp609,54 miliar, naik dari Rp599,12 miliar pada akhir 2024. Dampaknya, laba kotor tergerus menjadi Rp511,66 miliar, turun dari Rp666,77 miliar.

        Baca Juga: Imlek 2026 Jadi Momentum Lonjakan Wisata, Ancol Siapkan Puncak Kunjungan 30 Ribu Orang

        Dari sisi operasional, laba usaha PJAA tercatat Rp324,85 miliar, menyusut dari Rp372,36 miliar pada periode sebelumnya.

        Penurunan ini terjadi seiring kenaikan sejumlah beban, seperti beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp274,15 miliar dari Rp261,67 miliar, serta beban lain-lain yang melonjak menjadi Rp114,73 miliar dari Rp41,99 miliar. Beban penjualan juga meningkat tipis menjadi Rp31,5 miliar dari Rp31,23 miliar.

        Di sisi lain, Perseroan mencatat penghasilan lainnya sebesar Rp224,65 miliar, melonjak 866,65 persen dibandingkan Rp23,24 miliar pada periode sebelumnya.

        Sementara penghasilan bunga turun menjadi Rp9,36 miliar dari Rp17,74 miliar. Kerugian penjualan aset tetap tercatat Rp428 juta, turun dari Rp470 juta, dan kerugian selisih kurs menyusut menjadi Rp2 juta dari Rp22 juta.

        Baca Juga: Penjualan Naik, tapi Pengelola Hypermart (MPPA) Masih Tekor Rp152 Miliar di 2025

        Dari sisi neraca, total aset PJAA meningkat menjadi Rp3,63 triliun dari Rp3,59 triliun pada akhir 2024. Liabilitas tercatat Rp1,77 triliun, turun dari Rp1,85 triliun. Sementara ekuitas naik menjadi Rp1,86 triliun dari Rp1,73 triliun pada periode sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: