Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BI Perkuat Intervensi, Begini Arah Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (20/2)

        BI Perkuat Intervensi, Begini Arah Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (20/2) Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan di Jumat (20/2). Hal ini terjadi seiring penguatan dolar hingga keputusan suku bunga yang ditahan oleh Bank Indonesia (BI).

        Berdasarkan data Investing.com, nilai tukar rupiah terhadap dolar pagi ini sempat menyentuh level Rp18.695. Sementara Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama dunia tercatat menguat 0,15% ke 97,840.

        Baca Juga: BI Sebut Rupiah Sebenarnya Undervalued, Ini Penyebabnya

        Risalah Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 27–28 Januari menjadi sorotan karena menunjukkan sikap hati-hati bank sentral dari Amerika Serikat (AS).

        Risalah The Fed terbaru mengindikasikan tidak seluruh pejabat bank sentral sepakat untuk mempertahankan suku bunga, sehingga membuka ruang ketidakpastian arah kebijakan moneter ke depan.

        Adapun Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan di 4,75%. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar dan kondisi ekonomi domestik.

        Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni faktor fundamental dan faktor teknikal.

        Baca Juga: Investor Waspada, Penurunan Harga Bitcoin (BTC) Bisa Jadi Tanda Krisis Akibat AI

        “Dari sisi fundamental, indikator ekonomi seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi serta imbal hasil masih tergolong baik. Pertanyaannya tentu pada faktor teknikal, terutama premi risiko global, yang memang terlihat menimbulkan tekanan jangka pendek terhadap nilai tukar,” ujar Perry.

        Bank Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan intensitas intervensi dalam pasar keuangan. Langkah tersebut dilakukan baik di pasar luar negeri melalui instrumen non-deliverable forward maupun di pasar domestik melalui transaksi spot.

        Baca Juga: ETF Bitcoin (BTC) BlackRock Diborong Raksasa Investor Abu Dhabi

        BI juga akan menarik aliran investasi portofolio asing dengan mengoptimalkan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

        Baca Juga: Bos Standard Chartered Ungkap Perubahan Iklim Sudah Mengganggu Ekonomi

        Perry menyatakan optimistis bahwa dengan fundamental ekonomi yang solid serta dukungan arus modal masuk, pergerakan nilai tukar rupiah ke depan akan lebih stabil dan cenderung menguat sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: