Usai BI Pertahankan Suku Bunga, AAUI Ungkap Arah Investasi Asuransi Umum
Kredit Foto: Azka Elfriza
Industri asuransi umum memproyeksikan portofolio investasinya tetap stabil setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Keputusan tersebut dinilai tidak mendorong perubahan signifikan dalam strategi alokasi aset perusahaan asuransi.
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengatakan, dengan tidak adanya perubahan suku bunga, komposisi investasi industri asuransi umum diperkirakan tetap sama.
“Saya pikir komposisi seperti apa yang dipaparkan juga tidak akan berubah signifikan,” ujar Budi dalam Konferensi Pers AAUI Triwulan IV 2025, Senin (23/2/2026).
Baca Juga: AAUI Ingatkan Risiko Kenaikan Limit Investasi Asuransi
Saat ini, porsi penempatan dana pada instrumen deposito tercatat sebesar 18,4% atau sekitar Rp24 triliun. Menurut Budi, porsi tersebut masih akan bertahan selama suku bunga berada dalam kondisi stabil.
Selain deposito, industri asuransi umum masih menempatkan dana pada instrumen yang dinilai relatif aman dan memberikan imbal hasil yang terukur. Instrumen tersebut meliputi Surat Berharga Negara (SBN), reksa dana dengan underlying yang jelas, serta obligasi korporasi yang dinilai masih menawarkan potensi imbal hasil.
Budi menyebutkan, perhatian pelaku industri ke depan juga tertuju pada rencana penerbitan surat utang baru oleh pemerintah. Apabila pemerintah kembali menerbitkan instrumen utang, peluang tersebut berpotensi menjadi sasaran utama penempatan dana investasi industri asuransi umum.
Menurutnya, keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan memberikan kepastian bagi pelaku industri dalam menyusun dan menjaga strategi alokasi aset.
“Kalau melihat apa yang sudah diumumkan BI bahwa angka yang tadi disebutkan 4,75 tidak berubah, saya pikir komposisi seperti apa yang dipaparkan juga tidak akan berubah signifikan,” kata Budi.
Baca Juga: AAUI Ungkap Arah Penguatan Asuransi Bencana Nasional
Ia menegaskan, struktur investasi memegang peranan penting dalam menjaga kinerja keuangan industri asuransi umum. Hingga saat ini, hasil investasi masih menjadi salah satu penopang utama profitabilitas sektor tersebut.
“Karena memang benar bahwa penopang profitabilitas industri asuransi umum masih ditopang dari kinerja hasil investasi,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: