Kredit Foto: Azka Elfriza
Badai pandemi COVID-19 menjadi ujian berat bagi industri jasa keuangan. Di saat banyak perusahaan memilih menahan laju ekspansi, Budi Herawan justru mengambil langkah yang tidak lazim: membangun perusahaan asuransi baru dari nol. Keputusan tersebut melahirkan PT Asuransi Candi Utama, yang kini ia pimpin sebagai Direktur Utama, bersamaan dengan perannya sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI).
Langkah berani itu berangkat dari filosofi kepemimpinan yang ia pegang teguh: integritas, networking, kepercayaan, dan komitmen. Budi yang akrab disapa Paduka ini yakin bahwa tanpa integritas, jejaring tidak mungkin terbangun, dan tanpa kepercayaan, sebuah organisasi tidak akan bertahan lama.
Baca Juga: Industri Asuransi Umum Tumbuh Terbatas, AAUI Siapkan Fondasi Baru Hadapi Tantangan 2026
"Karena kalau integritas ini sudah tidak ada, tentunya networking ini tidak bisa dibangun gitu. Dan yang terakhir adalah kepercayaan dan komitmen," katanya dalam wawancara eksklusif dengan Warta Ekonomi di Kantor AAUI, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Dengan menanamkan filosofi itu, Paduka berhasil bertahan dan memimpin Asuransi Candi Utama di situasi yang bumpy (bergelombang) untuk semua sektor industri.
Kenapa Memilih untuk Berjuang dari Nol?
Berdiri di tengah pandemi hebat yang menyerang seluruh dunia dan penuh dengan keterbatasan, PT Asuransi Candi Utama berhasil untuk berjalan perlahan sejak memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 Januari 2020.
“Waktu itu saya dapat izin, tidak lama kemudian COVID datang,” ujar Budi dengan tegas.
Merasa tertantang saat dimandatkan untuk mendirikan perusahaan baru oleh para pemegang saham Candi, dengan networking yang dimiliki olehnya, untungnya Candi tidak pernah merasakan kerugian sejak awal berdiri hingga sekarang.
"Jalannya pelan tapi tidak pernah rugi, gitu sampai sekarang," pungkasnya.
Bagi Paduka, pandemi menjadi pengingat bahwa dalam kondisi krisis, sekuat apa pun kepemimpinan, risiko selalu ada. Namun, optimisme harus tetap dijaga selama visi dan arah perusahaan jelas. Keyakinan itulah yang membuatnya terus melangkah di tengah ketidakpastian.
"Harus optimis. Karena bahwa kalau kita punya satu visi-visi yang jelas, apapun badai yang kita hadapin depan, harus kita bisa lalui," tegasnya.
Karier di Industri
Jauh sebelum krisis pandemi, Paduka sudah mengawali karier di industri asuransi pada tahun 1988. Ia memulai perjalanannya di salah satu perusahaan asuransi besar hingga dipercaya menduduki jabatan Senior Vice President.
Sejak awal berkecimpung, kariernya cukup melejit. Pengalaman membawanya pada penugasan di anak perusahaan sebagai direksi, memperluas perspektifnya dalam pengelolaan risiko dan tata kelola perusahaan hingga kini eksis di industri asuransi.
"Kemudian dari sana ditugaskan di anak perusahaan menjadi direksi. Awalnya sih di situ," ujarnya.
Selama berkarier, titik balik perjalanan seroang Budi Herawan terjadi pada era reformasi. Runtuhnya Orde Baru membuat Paduka mengambil keputusan strategis untuk mengubah arah karier
Ia menilai, lingkungan tempatnya berkarya saat itu sarat dengan kepentingan politik yang berpotensi tidak lagi relevan pascareformasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Advertisement