Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pangsa Ekonomi Syariah RI Baru 40%, Ma'ruf Amin Targetkan Naik 75%

        Pangsa Ekonomi Syariah RI Baru 40%, Ma'ruf Amin Targetkan Naik 75% Kredit Foto: BPMI Setwapres
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. Namun pangsa pasarnya masih berada di kisaran 40 persen sehingga dinilai belum optimal.

        Target peningkatan pangsa pasar ekonomi syariah diproyeksikan dapat mencapai 75 persen dalam jangka panjang. Peningkatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.

        Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin menyatakan bahwa tingkat penetrasi ekonomi syariah masih berada di bawah angka ideal. Menurutnya, penguatan sektor ini masih membutuhkan upaya yang lebih terarah dan konsisten.

        "Kita masih di sekitar, kalau keuangan (syariah) itu 30 persen, kalau ekonomi syariah secara keseluruhan itu baru 40 persen. Idealnya di atas 50 persen. Kira-kira (industri ekonomi syariah) harus kita capai 75 persen market share-nya, pangsa pasarnya," ujarnya dikutip dari ANTARA, Selasa (24/2/2026).

        Ia menilai meskipun pangsa pasar belum melampaui 50 persen, perkembangan ekonomi syariah nasional tetap menunjukkan kemajuan. Berbagai indikator memperlihatkan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.

        Salah satu indikator yang mencerminkan perkembangan tersebut adalah posisi Indonesia dalam indeks ekonomi syariah dunia. Peringkat nasional dinilai cukup stabil dibandingkan negara lain.

        Indonesia tercatat berada di posisi ketiga dalam indikator Global Islamic Economy Indicator tahun 2025. Peringkat ini mencerminkan kekuatan ekosistem ekonomi syariah nasional secara keseluruhan.

        Pertumbuhan ekonomi syariah juga tercermin dari meningkatnya nilai aset keuangan berbasis syariah. Tren kenaikan aset menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.

        Berbagai sektor industri halal turut memperkuat fondasi ekonomi syariah di Indonesia. Sektor seperti makanan halal, fesyen Muslim, dan pariwisata halal menjadi penggerak penting pertumbuhan.

        Pengelolaan zakat dan wakaf juga semakin berkembang secara kelembagaan. Instrumen tersebut dinilai berpotensi mendukung pemerataan ekonomi masyarakat.

        Meski menunjukkan perkembangan positif, ekonomi syariah masih membutuhkan dorongan kebijakan yang lebih kuat. Upaya pengembangan diperlukan agar sektor ini dapat menjadi pilar utama ekonomi nasional.

        "Yang kita butuhkan sekarang adalah keberanian. Keberanian berpikir, keteguhan memegang prinsip, dan konsistensi dalam perjuangan (mengembangkan ekosistem ekonomi syariah nasional)," ucap Ma’ruf Amin.

        Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Esther Sri Astuti menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Potensi tersebut didukung oleh kondisi demografis yang menguntungkan.

        Jumlah penduduk Muslim yang besar menjadi salah satu keunggulan Indonesia dibanding negara lain. Pertumbuhan kelas menengah juga dinilai memperkuat potensi permintaan produk halal.

        Baca Juga: Ma’ruf Amin: Integrasi Zakat, Wakaf, dan Industri Halal Jadi Kunci Ekonomi Syariah

        “Data menunjukkan per akhir Desember 2024, aset keuangan ekonomi syariah (secara keseluruhan) sekitar Rp9.927 triliun. Namun demikian, kita masih melihat bahwa Indonesia masih punya potensi yang sangat besar menjadi pusat ekonomi syariah di dunia," kata Esther Sri Astuti.

        Besarnya pasar domestik memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing global. Pemanfaatan potensi tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: