Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ekonomi Syariah Ditargetkan Punya Market Share 30 Persen pada 2030, SELF 2026 Dorong Integrasi Ekosistemnya

Ekonomi Syariah Ditargetkan Punya Market Share 30 Persen pada 2030, SELF 2026 Dorong Integrasi Ekosistemnya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sharia Economic Leaders Forum (SELF) 2026 dan pelantikan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1447–1452 H (2026-2031) yang digelar pada 24 Mei 2026 di The Tribrata Convention Center Jakarta dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat orkestrasi ekonomi syariah nasional.

Di tengah potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia, pangsa industri keuangan syariah nasional selama lebih dari tiga dekade masih bergerak di bawah 10 persen. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan market share keuangan syariah Indonesia hingga 2025 masih berada di kisaran 7-8 persen.

Kondisi tersebut memunculkan kebutuhan akan lembaga yang mampu menjadi penghubung berbagai elemen ekonomi syariah agar bergerak lebih terintegrasi. SELF 2026 dipandang menjadi momentum konsolidasi baru untuk mempercepat peran ekonomi syariah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelantikan Pengurus Pusat MES dilakukan oleh Wakil Presiden RI ke-13 KH Ma’ruf Amin, yang selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh utama penguatan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Pengamat ekonomi syariah Dr. A. Iskandar Zulkarnain menilai MES memiliki posisi strategis untuk menjadi orchestrator penggerak ekosistem ekonomi syariah nasional.

“Selama ini industri halal, perbankan syariah, zakat, wakaf, pesantren, UMKM syariah, hingga Islamic social finance tumbuh sendiri-sendiri. Padahal Indonesia membutuhkan orkestrasi besar agar seluruh ekosistem bergerak dalam arah yang sama,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan ekonomi syariah Indonesia saat ini bukan lagi sekadar pertumbuhan institusi, tetapi bagaimana membangun integrasi kekuatan ekonomi umat agar mampu memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi nasional.

Ia menilai target peningkatan market share ekonomi syariah menuju 30 persen pada 2030 bukan sesuatu yang mustahil apabila seluruh pemangku kepentingan bergerak secara terkoordinasi.

“MES dapat mengambil peran sebagai orchestrator nasional. Jika ekosistem ini disinergikan dengan baik, mulai dari industri halal, keuangan syariah, wakaf produktif, hingga digitalisasi ekonomi umat, maka lompatan market share menuju 30 persen pada 2030 sangat mungkin dicapai,” katanya.

Iskandar menambahkan, penguatan ekonomi syariah juga dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, terutama melalui penguatan konsumsi dan belanja masyarakat.

Menurutnya, ekonomi syariah memiliki basis masyarakat yang sangat besar, mulai dari halal lifestyle, industri makanan dan minuman halal, modest fashion, wisata halal, hingga sektor UMKM berbasis komunitas dan pesantren yang memiliki efek berganda terhadap perputaran ekonomi domestik.

Ia menilai pemerintah juga perlu memberikan stimulus yang lebih kuat terhadap ekonomi syariah, baik melalui kebijakan fiskal, penguatan koperasi dan UMKM syariah, insentif industri halal, maupun perluasan akses pembiayaan agar daya beli dan konsumsi masyarakat semakin meningkat.

“Ketika ekonomi syariah diberikan stimulus dan ruang tumbuh yang lebih besar, maka efeknya akan langsung terasa pada pergerakan ekonomi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Diketuai Rosan, Ini Daftar Pengurus Baru Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031

Ia juga menilai posisi Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian PP MES menjadi strategis dalam memperkuat koperasi yang berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat.

Selain itu, kepemimpinan Rosan Perkasa Roeslani sebagai Ketua Umum PP MES yang juga menjabat CEO Danantara dinilai memperkuat sinergi antara sektor investasi, sektor riil, dan ekonomi syariah nasional.

“Dengan Ketua Umum MES yang juga CEO Danantara, maka orchestrasi MES untuk ikut berkontribusi mendongkrak pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen semakin tampak nyata,” kata Iskandar. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: