Kemnaker Sesuaikan Uang Saku Peserta Magang Nasional 2026 Sesuai Upah Minimum
Kredit Foto: Kemenaker
Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa uang saku peserta program Magang Nasional 2026 disesuaikan dengan kenaikan Upah Minimum Tahun 2026, sebagai dukungan bagi biaya hidup dan kesejahteraan peserta.
Langkah ini diharapkan membuat peserta fokus belajar dan memaksimalkan pengalaman kerja selama pelatihan.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menjelaskan penyesuaian uang saku merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keberlangsungan program magang sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta.
Pendekatan ini juga diharapkan mendorong kesetaraan perlakuan bagi peserta di seluruh wilayah.
“Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan program magang sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta,” ujar Wamenaker dikutip dari ANTARA, Rabu (25/2/2026).
Pernyataan ini menegaskan pemerintah menempatkan aspek finansial sebagai prioritas agar program berjalan optimal.
Program Magang Nasional 2026, yang dikenal dengan MagangHub, memberikan kesempatan bagi peserta belajar langsung di industri dan perusahaan mitra. Salah satu lokasi unggulan adalah PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 1 di Karawang, Jawa Barat, yang menyediakan pelatihan praktik kerja intensif.
Afriansyah Noor menekankan bahwa uang saku berfungsi sebagai dukungan biaya hidup bagi peserta selama mengikuti pelatihan, praktik kerja lapangan, maupun kegiatan industri lainnya. Penyesuaian ini dilakukan sesuai wilayah, mengacu pada ketentuan Upah Minimum 2026, agar peserta tidak terbebani biaya sehari-hari.
Ferry, sapaan akrab Wamenaker, menyebutkan penyesuaian ini juga menjadi insentif bagi perusahaan agar ikut aktif menyediakan pengalaman kerja nyata. Dengan begitu, program Magang Nasional dapat berjalan sinergis antara pemerintah, industri, dan peserta.
Selain dukungan finansial, program Magang Nasional 2026 menekankan penguatan kompetensi peserta melalui pelatihan yang matang di fasilitas industri. Peserta dapat mengikuti program Vocation, Internship, dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perusahaan mitra, yang dirancang sesuai kebutuhan industri.
Penyelarasan uang saku dengan Upah Minimum juga diyakini meningkatkan daya tarik perusahaan untuk berpartisipasi. Hal ini membantu perusahaan menyediakan pengalaman kerja nyata sekaligus memperhatikan kesejahteraan peserta.
Afriansyah Noor menekankan bahwa pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem pelatihan yang mendukung pembelajaran optimal. Uang saku yang memadai memungkinkan peserta fokus mengikuti kegiatan tanpa khawatir masalah biaya hidup.
Selain itu, program Magang Nasional 2026 menjadi model bagi perusahaan lain dalam menyelaraskan pelatihan SDM dengan kebutuhan industri. Program ini sekaligus menunjukkan bagaimana pemerintah dan swasta dapat bekerja sama untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Wamenaker berharap peserta yang mengikuti program ini dapat langsung menerapkan ilmu dan keterampilan saat memasuki dunia kerja. Pendekatan ini diharapkan mempercepat kesiapan kerja generasi muda di Indonesia.
Program Magang Nasional juga menekankan praktik kerja yang berstandar industri, sehingga lulusan magang memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja. Hal ini menjadi nilai tambah bagi peserta dan industri.
Afriansyah Noor menegaskan bahwa penyesuaian uang saku bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kesejahteraan peserta dan kualitas SDM nasional. Pendekatan ini memastikan program magang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Dengan dukungan finansial dan pelatihan terstruktur, program Magang Nasional diharapkan memperkuat kompetensi tenaga kerja Indonesia. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung sesuai standar industri.
Penyesuaian uang saku juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap kondisi ekonomi peserta di berbagai daerah. Hal ini memungkinkan setiap peserta menerima perlakuan adil sesuai wilayah masing-masing.
Baca Juga: Kemnaker Pastikan Uang Saku Peserta Pemagangan Nasional Naik di 2026
Kemnaker optimistis langkah ini akan meningkatkan motivasi peserta untuk mengikuti program dengan serius dan memaksimalkan manfaat magang. Dengan begitu, program Magang Nasional dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan SDM nasional.
Program ini menjadi bukti bahwa pemerintah menempatkan kesejahteraan peserta sebagai bagian dari keberhasilan pengembangan kompetensi kerja generasi muda. Kombinasi pelatihan intensif dan dukungan finansial menciptakan pengalaman belajar yang komprehensif dan efektif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: