Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Segera Negosiasi Lagi, China Ingin Amerika Serikat (AS) Jaga Stabilitas Ekonomi Global

        Segera Negosiasi Lagi, China Ingin Amerika Serikat (AS) Jaga Stabilitas Ekonomi Global Kredit Foto: Reuters/Aly Song
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        China menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dan menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat (AS). 

        Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, He Yongqian mengatakan kedua negara terus menjaga komunikasi dalam berbagai tingkatan melalui mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan dari Beijing dan Washington.

        Baca Juga: Siaga Perang, China Pantau Terus Negosiasi Iran dan Amerika Serikat (AS)

        “China siap berkoordinasi untuk menegakkan konsensus yang telah dicapai kedua kepala negara dalam pertemuan di Busan,” ujar He, dikutip dari Xinhua.

        Ia menambahkan bahwa pihaknya bersedia mengelola perbedaan melalui konsultasi setara, memperluas kerja sama praktis serta memastikan hubungan ekonomi kedua negara memberikan manfaat bagi dunia.

        Diketahui, China dan Amerika Serikat dijadwalkan menggelar putaran keenam pembicaraan dagang dalam waktu dekat. Para negosiator utama diperkirakan akan membahas perubahan kebijakan tarif yang berkembang cepat serta menjajaki peluang kerja sama baru.

        Harapan terhadap dialog ini muncul setelah adanya putusan mengejutkan dari Supreme Court of the United States. Pengadilan tersebut diketahui membatalkan tarif luas yang diberlakukan berdasarkan aturan dari International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

        Putusan tersebut membatalkan tarif sepuluh persen yang dikenal sebagai “fentanyl tariff” serta tarif resiprokal tiga puluh empat persen terhadap barang dari China.

        Namun Amerika Serikat segera beralih menggunakan Section 122 dari Trade Act 1974. Aturan itu digunakan untuk memberlakukan bea masuk tambahan sebesar sepuluh persen kepada seluruh mitra dagang. Kebijakan ini mulai berlaku pekan ini dan akan berakhir dalam seratus lima puluh hari.

        Gedung Putih juga memberi sinyal akan menggunakan instrumen hukum lain untuk menetapkan tarif baru yang lebih permanen, seperti investigasi Section 301 dan Section 232.

        Perubahan arah kebijakan ini menciptakan ketidakpastian baru dalam perdagangan global, termasuk bagi pelaku usaha yang bergantung pada stabilitas rantai pasok dari China dan AS.

        Baca Juga: Investor Waspada, Perang Dagang China-Amerika Serikat (AS) Akan Kembali Berkobar

        Keberhasilan putaran keenam perundingan mendatang berpotensi meredakan ketegangan tarif dan memberikan sentimen positif bagi pasar global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: