Kredit Foto: MPMInsurance
IMARC Group melaporkan sektor asuransi komersial global diproyeksikan mencapai nilai US$1,68 triliun pada 2034, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 6,2% mulai 2026.
Mengutip Insurance News, Jumat (27/2/2026), pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap risiko bisnis, persyaratan regulasi yang semakin ketat dan dinamis, serta meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam proses penilaian risiko.
Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan analitik data disebut menjadi motor utama pertumbuhan berbasis teknologi karena memungkinkan perusahaan asuransi menyediakan polis yang lebih terpersonalisasi, sehingga mendorong permintaan pasar.
Baca Juga: Klaim Asuransi Umum Tembus Rp48,96 Triliun di Akhir 2025
Selain faktor teknologi, persyaratan regulasi yang ketat juga menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar. Sejumlah sektor usaha diwajibkan memiliki perlindungan asuransi untuk mendukung keberlangsungan operasional, yang pada akhirnya meningkatkan permintaan terhadap polis asuransi komersial.
Pemulihan ekonomi global dan peningkatan investasi pada usaha kecil dan menengah (UKM) turut berkontribusi signifikan terhadap ekspansi pasar asuransi komersial.
Data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menunjukkan pola perdagangan global membaik pada kuartal I/2024. Nilai perdagangan barang meningkat sekitar 1% dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara perdagangan jasa tumbuh sekitar 1,5%. Perbaikan ini mendorong perusahaan memperluas operasi lintas negara, yang pada gilirannya meningkatkan kebutuhan perlindungan asuransi komersial.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: