Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lima Kandidat Kuat Calon Pemimpin Tertinggi Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei

        Lima Kandidat Kuat Calon Pemimpin Tertinggi Iran Usai Tewasnya Ali Khamenei Kredit Foto: The Guradian
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel saat ini tengah dalam persimpangan Negeri Syiah tersebut.

        Tak hanya Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior yang dekat dengan Khamenei juga dilaporkan tewas, termasuk penasihat keamanan utamanya, Ali Shamkhani, serta panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour.

        Sebagai balasan, Teheran pada Minggu dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi di negara-negara Teluk dan bersumpah akan membalas kematian Khamenei.

        Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melakukan serangan balasan dan mengisyaratkan bahwa serangan terhadap Iran tetap berlanjut.

        Khamenei berkuasa sejak 1989, transisi kekuasaan terjadi di tengah tekanan dari Amerika Serikat, yang ingin merombak struktur kekuasaan pasca Revolusi Iran 1979.

        Mekanisme Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran

        Disitat dari Al Jazeera, Pemimpin Tertinggi Iran dipilih oleh Majelis Ahli (Assembly of Experts), sebuah lembaga keagamaan yang beranggotakan 88 ulama dan dipilih rakyat setiap delapan tahun sekali.

        Namun, tidak semua orang bisa menjadi calon anggota Majelis Ahli. Kandidat terlebih dahulu harus diseleksi dan disetujui oleh Dewan Garda (Guardian Council), lembaga pengawas yang sebagian anggotanya ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi.

        Jika jabatan Pemimpin Tertinggi kosong karena meninggal dunia atau mengundurkan diri, Majelis Ahli akan bersidang untuk memilih pengganti. Penunjukan dapat dilakukan dengan suara mayoritas sederhana.

        Sesuai konstitusi Iran, kandidat harus merupakan ulama senior dengan pemahaman mendalam tentang hukum Islam Syiah, serta memiliki kemampuan kepemimpinan, keberanian, dan kapasitas administratif.

        Sejak berdirinya Republik Islam Iran, baru satu kali terjadi pergantian Pemimpin Tertinggi, yakni saat Ruhollah Khomeini wafat pada 1989 dan digantikan oleh Khamenei.

        Calon kuat pengganti Khamenei

        Beberapa nama yang digadang-gadang menjadi pengganti Ali Khamenei:

        1. Mojtaba Khamenei

        Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, termasuk kandidat teratas. Ia dikenal memiliki pengaruh besar di kalangan pejabat pemerintahan dan IRGC.

        Namun, faktor garis keturunan bisa menjadi hambatan. Suksesi dari ayah ke anak tidak lazim di Iran, terutama setelah monarki yang didukung AS di bawah Shah Mohammad Reza Pahlavi digulingkan pada 1979.

        2. Alireza Arafi

        Alireza Arafi adalah ulama berpengaruh dalam struktur keagamaan Iran. Ia menjabat wakil ketua Majelis Ahli dan anggota Dewan Garda.

        Arafi juga menjadi imam salat Jumat di Kota Qom, pusat keagamaan utama Iran, serta memimpin sistem pendidikan ulama di seluruh negeri. Meski berpengaruh secara religius, ia dinilai belum tentu diterima luas sebagai figur politik.

        3. Mohammad Mehdi Mirbagheri

        Mirbagheri dikenal sebagai ulama garis keras dan anggota Majelis Ahli. Ia memiliki pandangan yang sangat kritis terhadap Barat dan saat ini memimpin Akademi Ilmu-Ilmu Islam di Qom.

        4. Gholam-Hossein Mohseni-Ejei

        Mohseni-Ejei merupakan tokoh senior dan saat ini menjabat Kepala Lembaga Peradilan Iran. Ia ditunjuk oleh Khamenei pada 2021. Sebelumnya, ia pernah menjadi Menteri Intelijen dan Jaksa Agung. Ia dikenal sebagai figur konservatif garis keras.

        5. Hassan Khomeini

        Hassan Khomeini, 54 tahun, adalah cucu dari Ayatollah Ruhollah Khomeini. Ia dikenal memiliki pandangan yang lebih moderat dan reformis. Meski belum pernah menduduki jabatan publik, namanya sering muncul dalam pembahasan suksesi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: