Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lifting Minyak Pertamina Februari 2026 Capai 386 Ribu BOPD

        Lifting Minyak Pertamina Februari 2026 Capai 386 Ribu BOPD Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat realisasi lifting minyak bumi sebesar 386 ribu barel per hari (BOPD), pada Februari 2026. 

        Capaian ini disebut setara 100% dari total produksi bulan berjalan, mencerminkan optimalisasi penyerapan produksi di tengah momentum Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.

        Corporate Secretary PHE Hermansyah Y Nasroen menjelaskan, kontribusi lifting tersebut berasal dari seluruh regional operasi Pertamina Hulu Energi dari Sabang sampai Merauke.

        "Ini capaian khusus juga, karena ini mencapai 100% dari lifting to production."

        "Jadi, kita bisa melifting 100% dari produksi kita di Bulan Februari 2026," jelasnya di Graha Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

        Untuk menjaga keberlanjutan produksi, sepanjang Februari hingga awal Maret 2026, PHE telah melakukan pengeboran pada lebih dari 113 sumur, dengan dukungan 73 drilling rig milik anak usahanya, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

        Selain pengeboran, PHE juga menggencarkan kegiatan pemeliharaan sumur melalui workover dan well services.

        Total terdapat lebih dari 5.300 pekerjaan pemeliharaan pada periode Februari–Maret, dengan dukungan 157 rig.

        "Kegiatan pemeliharaan sumur yang kita sebut dengan workover dan well services."

        "Kita lebih dari 5.300 pekerjaan di periode Februari-Maret ini dengan didukung oleh 157 rig," ungkap Hermansyah.

        Dari sisi distribusi, PHE merencanakan pengiriman 40 kargo minyak bumi ke kilang yang dikelola Subholding Downstream Pertamina, serta melakukan 58 kali penyaluran melalui pipa.

        Sedangkan untuk gas bumi, realisasi lifting Februari 2026 tercatat sebesar 1.683 MMSCFD melalui 15 operator wilayah kerja, dengan total 154 perjanjian komersial.

        "Sementara untuk gas, di Bulan Februari 2026 lifting-nya di angka 1.683 MMSCFD, dengan lifting melalui 15 operator wilayah kerja, dan juga perjanjian komersialnya ada 154," beber Hermansyah.

        Hermansyah menambahkan, secara keseluruhan Pertamina melalui PHE, memegang sekitar 80% porsi aktivitas industri hulu minyak dan gas bumi nasional. 

        Selain memproduksikan sumur-sumur eksisting, perusahaan juga melanjutkan eksplorasi di sejumlah wilayah seperti Sumatra Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur, guna menjaga kesinambungan produksi dan ketahanan energi nasional.

        "Saat ini, eksplorasi kita sedang berlangsung beberapa pengeboran di Kampung Minyak Baru, Sumatra Selatan, lalu di Jabar, dan juga di Jawa Timur," imbuhnya.

        Baca Juga: SPBU 24 Jam dan 200 Motorist Disiagakan, Pertamina Antisipasi Lonjakan 12% Konsumsi BBM Saat Mudik

        Ia memastikan operasional hulu migas tetap berjalan normal selama periode RAFI 2026, dengan pengawasan keselamatan yang diperketat.

        "Kami juga terus berkoordinasi dengan regulator dan juga stakeholder lainnya, untuk memastikan kelancaran produksi dan juga lifting," imbuh Hermansyah Y Nasroen. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: