Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Surge (WIFI) Berencana Alihkan Dana Rights Issue Rp5,89 Triliun ke Proyek FWA

        Surge (WIFI) Berencana Alihkan Dana Rights Issue Rp5,89 Triliun ke Proyek FWA Kredit Foto: PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI)
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge menyampaikan rencana perubahan seluruh penggunaan dana hasil penawaran umum terbatas dalam rangka penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 8 April 2026.

        Sebelumnya, melalui Prospektus tertanggal 23 Juni 2025, Perseroan merencanakan dana hasil PMHMETD I, setelah dikurangi biaya emisi, untuk disalurkan sebagai setoran modal ke entitas anak PT Jaringan Infra Andalan (JIA). Dana tersebut kemudian akan diteruskan JIA kepada PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE) guna mendukung pembangunan jaringan FTTH (Fiber To The Home).

        "Seiring dengan perkembangan strategi usaha, evaluasi internal manajemen, serta dinamika industri telekomunikasi nasional, Perseroan melakukan penyesuaian atas rencana penggunaan dana tersebut. Perseroan memandang bahwa percepatan ekspansi layanan broadband dapat dilakukan secara lebih efektif melalui pengembangan proyek FWA (Fixed Wireless Access) yang dijalankan oleh PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) melalui JIA," kata manajemen.

        Berdasarkan pertimbangan itu, dana rights issue setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp5,89 triliun akan digunakan sebagai setoran modal kepada JIA. Seluruh dana tersebut kemudian diteruskan JIA kepada PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) untuk mendukung proyek FWA.

        Baca Juga: Surge (WIFI) dan Huawei Luncurkan Jaringan 5G FWA 1,4GHz Pertama di Dunia

        Rinciannya, sebesar Rp5,06 triliun dialokasikan untuk pengadaan perangkat CPE (Customer Premises Equipment) dan perangkat RAN (Radio Access Network) terkait proyek FWA yang dijalankan TKP. Selain itu, Rp403,76 miliar akan digunakan untuk pembayaran biaya IPFR Tahunan atas hak penggunaan spektrum frekuensi radio pita 1,4 GHz untuk tahun IPFR ke-2.

        "Sisanya sebesar Rp421,01 miliar akan digunakan sebagai modal kerja proyek FWA (Fixed Wireless Access) untuk mendukung kesiapan operasional dan pengembangan layanan, yang meliputi pembelian perlengkapan penunjang, penyewaan tower, penyewaan infrastruktur jaringan, biaya pengembangan dan peningkatan layanan, biaya pemasaran dan akuisisi pelanggan, biaya pelatihan sumber daya manusia, serta biaya overhead operasional lainnya yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan proyek FWA," ujar manajemen.

        Tak hanya itu, sisa dana rights issue di luar setoran modal tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai modal kerja Perseroan, termasuk untuk pembelian perlengkapan penunjang, pengembangan layanan, pemasaran, pelatihan, hingga biaya overhead lainnya.

        Manajemen mengungkapkan sejumlah alasan di balik perubahan ini, antara lain untuk mengoptimalkan strategi ekspansi dengan memprioritaskan model bisnis FWA yang memiliki waktu implementasi lebih cepat dibanding pembangunan jaringan fiber secara masif. Selain itu, pendekatan ini dinilai lebih fleksibel dalam pengelolaan belanja modal dan arus kas karena bersifat modular dan scalable mengikuti pertumbuhan pelanggan. 

        Baca Juga: Surge (WIFI) Kolaborasi dengan Baicells Perkuat Ekspansi Internet Rakyat

        Optimalisasi pemanfaatan spektrum frekuensi radio pita 1,4 GHz sebagai aset strategis grup, serta potensi peningkatan pendapatan dan perluasan jangkauan layanan broadband, juga menjadi pertimbangan utama.

        "Rencana perubahan penggunaan dana tidak memberikan dampak terhadap laporan laba (rugi) Perseroan pada saat dilakukannya perubahan, karena transaksi dilakukan dalam bentuk penyertaan modal kepada entitas anak dan tidak menimbulkan keuntungan atau kerugian yang diakui secara langsung pada laporan laba rugi," terang manajemen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: