Diungkap Trump, Negara Ini Akan Jadi Sasaran Baru Amerika Serikat Usai Konflik dengan Iran
Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengalihkan perhatiannya ke Kuba. Hal ini akan terjadi setelah pihaknya menyelesaikan konflik dengan Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan prioritasnya saat ini adalah menyelesaikan perang di Iran. Namun setelah itu, ia menilai langkah selanjutnya yang akan diambil adalah tekanan ke Kuba.
Baca Juga: 30 Kapal Iran Ditenggelamkan Amerika Serikat: Serangan Rudal Teheran Turun 90%
“Pertama kami akan menyelesaikan perang di Iran. Setelah itu hanya masalah waktu sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba,” kata Trump, dikutip dari Reuters.
Trump sendiri tidak memberikan rincian mengenai objektifnya ke Havana. Namun Kuba diklaimnya tengah sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Diketahui, Kuba tengah dilanda krisis energi yang parah akibat kekurangan bahan bakar menyusul blokade minyak oleh Amerika Serikat. Negeri Paman Sam diketahui memutus aliran minyak untuk negara tersebut dari Venezuela.
Washington juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara mana pun yang mengirimkan minyak ke Kuba. Kebijakan tersebut membuat beberapa negara menunda rencana pengiriman minyak ke Havana.
Di Iran, Trump mengintensifkan serangan terhadap Iran. Hal ini menyusul serangkaian serangan balasan yang dilakukan oleh Teheran. Terbaru, pihaknya mengklaim sudah menenggelamkan lebih dari tiga puluh kapal perang dari Iran.
Sejak konflik pecah, jumlah korban perang terkait terus meningkat. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 1.230 orang tewas di Iran. Dari jumlah korban tersebut, 175 diantaranya adalah siswi dan staf sekolah yang menjadi korban serangan di sebuah sekolah dasar di Minab.
Baca Juga: Taktik Baru Amerika Serikat, Trump Ajak Kelompok Kurdi Serang Iran
Di Lebanon, sedikitnya 77 orang dilaporkan tewas akibat serangan yang berkaitan dengan konflik tersebut. Sementara itu, ribuan warga terpaksa mengungsi dari wilayah selatan dari Beirut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: