Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Harga Emas Spot Justru Melonjak ke USD 5.124

        Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Harga Emas Spot Justru Melonjak ke USD 5.124 Kredit Foto: EmasKu
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga emas dunia kembali bergerak naik pada perdagangan Jumat (6/3/2026). Investor kembali memburu logam mulia sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global.

        Konflik di wilayah Timur Tengah yang meluas memicu kekhawatiran para pelaku pasar. Harga emas spot tercatat menguat 1 persen menjadi USD 5.124,73 per ons.

        Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman April naik 1,1 persen. Nilai kontrak tersebut berada pada posisi USD 5.131 per ons pagi ini.

        Pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat turut mendukung penguatan harga emas global. Emas batangan menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya saat ini.

        “Risiko geopolitik masih belum mereda dan ada risiko eskalasi,” ujar Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong pada Jumat (6/3/2026).

        Harga energi global juga melonjak akibat gangguan pasokan dan jalur pengiriman. Hal ini memicu kekhawatiran inflasi di tengah prospek penurunan suku bunga.

        Emas telah mencatat kenaikan sekitar 18 persen sepanjang tahun berjalan ini. Logam mulia ini terus mencetak rekor tertinggi akibat ketidakpastian ekonomi dunia.

        Analis memprediksi harga emas akan berfluktuasi dalam rentang jangka pendek. Level dukungan kunci berada pada USD 5.040 dengan resistensi di USD 5.280.

        Baca Juga: Turun Tajam Rp25 Ribu, Harga Emas Antam Hari Ini Dipatok Rp3.024.000 per Gram

        Harga perak spot juga terpantau naik 1,7 persen menjadi USD 83,57 per ons. Komoditas platinum dan paladium turut mengalami penguatan pada sesi perdagangan yang sama.

        Investor saat ini sedang menantikan laporan data ketenagakerjaan Amerika Serikat terbaru. Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter selanjutnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: