Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Belarus di berbagai sektor strategis.
Melansir dari siaran pers Kemenko Perekonomian, kerja sama tersebut mencakup ketahanan pangan dan pertanian, industri manufaktur, perdagangan, kesehatan, serta pendidikan yang diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai perdagangan dan investasi antara kedua negara.
Baca Juga: Tarif 0% untuk 1.819 Produk, Ekonom Prediksi Ekspor Belum Tentu Naik
Ini disampaikan Menko Airlangga saat menerima kunjungan Duta Besar Republik Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski, di Jakarta pada Kamis (5/03/2026).
Selain membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara, pertemuan ini juga membahas rencana penyelenggaraan Pertemuan Komisi Bersama Indonesia–Belarus sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi dan memperdalam kerja sama ekonomi bilateral.
Forum tersebut diharapkan dapat mematangkan berbagai bentuk kerja sama konkret di sektor-sektor strategis sekaligus menjadi bagian dari deliverables menjelang rencana Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia.
Pertemuan tersebut juga membahas perkembangan Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (Indonesia–EAEU Free Trade Agreement) yang telah ditandatangani pada akhir tahun lalu dan saat ini tengah memasuki tahap ratifikasi. Perjanjian tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU, termasuk Belarus.
Pada kesempatan yang sama, Dubes Ramanouski menyampaikan minat Belarus untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Beberapa potensi kerja sama yang dibahas antara lain pasokan pupuk dan produk susu dari Belarus, peluang pengembangan investasi di sektor pertanian dan industri, serta peningkatan kerja sama di sektor pariwisata.
Baca Juga: Airlangga Ungkap Nasabah Bulion Bank Tembus 5,7 juta
Pembahasan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara Menko Perekonomian Republik Indonesia dan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich pada Desember lalu, yang menekankan pentingnya penguatan kemitraan ekonomi antara kedua negara.
Melalui berbagai inisiatif kerja sama tersebut, Indonesia dan Belarus diharapkan dapat terus memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan serta membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kolaborasi di masa mendatang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: