Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan progres penanganan dampak kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang terjadi pada Agustus 2025 lalu. Perusahaan menyebut kompensasi sosial kepada masyarakat terdampak kini telah terealisasi lebih dari 70%.
Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Budiawansyah mengatakan proses penyaluran kompensasi kepada warga terus berjalan seiring upaya pemulihan lingkungan di wilayah terdampak.
"Alhamdulillah overall masyarakat sudah menerima bantuan kompensasi sosial atas dampak yang ada itu lebih dari 70%, dan semua situasi dalam kondisi baik,” kata Budi dalam acara buka bersama media di Jakarta, dikutip Senin (9/3/2026)
Selain proses kompensasi, perusahaan juga melakukan berbagai langkah penanganan di lapangan melalui pembentukan Emergency Response Group (ERG). Tim tersebut bertugas melakukan penyedotan serta pembersihan area yang terdampak kontaminasi minyak bakar (MFO).
PT Vale juga membangun kolam penampungan atau pocket pond untuk mencegah penyebaran limbah lebih luas. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Pusat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur.
"Insiden lingkungan yang terjadi di tahun lalu dan itu pun kita tetap berprogres dengan masyarakat," jelas Budi.
Sebelumnya Pemerintah Daerah, Bupati Luwu Timur, PT Vale Indonesia, dan masyarakat berdiskusi dalam menetapkan skema penyelesaian untuk wilayah yang terdampak.
Baca Juga: PT Vale Jual Perdana Bijih Nikel IGP Pomalaa
Lewat kolaborasi ini, PT Vale dan Pemda Luwu Timur telah melakukan asesmen lapangan bersama tim gabungan dinas teknis Pemkab untuk mengklasifikasikan dampak insiden berdasarkan kategori: sawah, kebun, empang, ternak unggas, ternak besar, nelayan, hingga sumur air, masing-masing dengan tingkat keparahan rendah, sedang, hingga tinggi.
Budi menambahkan tim lingkungan juga telah melakukan verifikasi terbaru terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Minggu lalu juga kami menerima tim lingkungan memastikan kembali dampak-dampak di sekitar operasi produksi dan semua berada di dalam baku mutu. Jadi ini adalah bentuk daripada komitmen organisasi dan juga upaya mitigasi kita yang berjalan dengan baik karena situasi krisis itu bisa terjadi kapan saja," tutupnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: