Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Profil Mojtaba Khamenei, Sosok Terbaru Pemimpin Tertinggi Iran

        Profil Mojtaba Khamenei, Sosok Terbaru Pemimpin Tertinggi Iran Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Ia hadir untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Penunjukkan dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tak akan diam menghadapi agresi dari Israel dan Amerika Serikat (AS).

        Anggota Dewan Ulama Iran, Mohsen Heidari Alekasir mengatakan pemilihan pemimpin baru mengikuti prinsip yang sebelumnya disampaikan Ali Khamenei. Salah satunya adalah bahwa pemimpin haruslah sosok yang dibenci oleh musuh.

        Baca Juga: Angkat Mojtaba Khamenei, Iran Dinilai Sedang Menantang Trump

        “Bahkan ‘Great Satan’ (Amerika Serikat) sudah menyebut namanya,” ujar Heidari, dikutip dari Tasnim.

        Siapa Mojtaba Khamenei?

        Mojtaba Khamenei diketahui merupakan seorang ulama berusia 56 tahun. Ia sendiri lahir pada tahun 1969 di Mashhad. Ia tumbuh ketika ayahnya menjadi salah satu tokoh oposisi terhadap rezim Shah sebelum Revolusi Iran 1979.

        Mojtaba saat muda diketahui ikut bertugas dalam Iran–Iraq War. Ia kemudian menempuh pendidikan agama di Qom. Saat ini ia memiliki gelar ulama Hojjatoleslam, satu tingkat di bawah gelar Ayatollah.

        Peran Mojtaba dalam politik telah lama menjadi kontroversi, terutama karena dianggap mencerminkan praktik politik dinasti yang ditolak dalam ideologi resmi dari Iran.

        Pemerintah Amerika Serikat pernah menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba di 2019. Washington menuduhnya menjalankan fungsi resmi pemimpin tertinggi meski tidak pernah dipilih atau ditunjuk secara formal dalam struktur pemerintahan.

        Ia membangun pengaruh besar melalui kedekatannya dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).  Mojtaba dinilai berperan sebagai “penjaga gerbang” bagi ayahnya dalam mengatur akses ke kantor pemimpin tertinggi serta mengendalikan hubungan dengan militer dan elite politik.

        Mojtaba juga pernah menjadi sasaran kritik dalam demonstrasi besar tiga tahun lalu setelah kematian seorang perempuan muda yang ditahan polisi moral karena melanggar aturan berpakaian di Iran.

        Meski demikian, dukungan kuat dari militer serta jaringan elite politik membuat nya diperkirakan akan bergerak cepat untuk mengkonsolidasikan kekuasaan di dalam negeri.

        Di Iran, sistem politiknya membuat pemimpin tertinggi memiliki kewenangan mutlak atas kebijakan negara, termasuk urusan militer, kebijakan luar negeri, dan program nuklir.

        Baca Juga: Angkat Mojtaba Khamenei, Iran Dinilai Sedang Menantang Trump

        Penunjukan Mojtaba sendiri terjadi di tengah konflik besar Iran-Amerika Serikat dan Israel. Hal tersebut berbarengan dengan meningkatnya tekanan domestik akibat krisis ekonomi dan tuntutan kebebasan politik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: