Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mochtar Riady Hibahkan 31,3 ha Lahan di Meikarta Senilai Rp 6,2 Triliun kepada Danantara untuk Dibangun Rusun bagi MBR.

        Mochtar Riady Hibahkan 31,3 ha Lahan di Meikarta Senilai Rp 6,2 Triliun kepada Danantara untuk Dibangun Rusun bagi MBR. Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mendukung program prioritas pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, Lippo melalui Pendirinya Dr. Mochtar Riady menghibahkan lahan seluas 31,3 ha dengan nilai total Rp 6,2 triliun untuk dibangun rumah susun apartment bersubsidi. 

        Penyerahan surat hibah di serahkan Dr. Mochtar Riady kepada Kepala Badan Pengelola Investasi (BKI)  Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan disaksikan oleh Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satgas Perumahan dan Utusan Khusus Presiden, dan Menteri PKP Maruarar Sirait. 

        Hibah lahan 31,3 ha, kata Maruarar, merupakan hibah terbesar yang diterima oleh pemerintah selama program 3 juta rumah dicanangkan Presiden Prabowo.  Ia memberikan apresiasi kepada Pak Mochtar dan Lippo yang sudah ikut menyukseskan program besar nasional di bidang perumahan.

        Dengan asumsi estimasi nilai tanah sekitar Rp 20 juta atau lebih per m2, nilai total hibah tersebut diperkirakan mencapai Rp 6,2 triliun. “Tanahnya sekitar 31,3 ha. Kalau dihitung dengan nilai sekitar Rp 20 juta per m2,  nilai totalnya kurang lebih Rp 6,2 triliun,” ujar Maruarar. 

        Apartment 52 tower ini  akan dibangun oleh Danantara. 

        Sebanyak 52 towerapartemen dengan jumlah 126.000 unit ditargetkan akan selesai dibangun pada 17 Agustus 2028. 'hal ini diungkapkan oleh Roesan Roeslani pada acara ground breaking apartemen bagi MBR di Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu (08/03/2026) lalu bahwa apartemen  bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah —Red) dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama senilai Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun, sesuai pernyataan.

        Acara ground breaking pada saat itu dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar  Sirait, pendiri Lippo Mochtar Riady,  Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie, CEO PT Lippo Karawaci Tbk, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mewakili Gubernur Jawa Barat, Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, Plt Bupati Bekasi, Wali Kota Depok, para pejabat Danantara, pejabat Kementerian PKP, dan pejabat Pemda Jabar.

        Menurut Rosan, di lahan hibah selas sekitar 31,3 ha tersebut akan digunakan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bagian dari program pembangunan 3 juta unit rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.

        Pada tahap pertama, kata Rosan, proyek ini membutuhkan investasi sekitar Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun. Secara keseluruhan, kawasan tersebut direncanakan terdiri atas 51 tower apartemen dengan total sekitar 126 ribu unit hunian.

        Menteri PKP Maruarar Sirait memuji peran CEO  Danantara, Rosan Roeslani yang akan memimpin pelaksanaan pembangunan proyek tersebut. “Pak Hashim, Pak Rosan bekerja sangat keras untuk memastikan program ini bisa berjalan."

        Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam proyek ini menjadi contoh bagaimana program perumahan nasional dapat dijalankan secara lebih cepat dan efektif."

        “Kami berharap pembangunan apartemen subsidi di Meikarta dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan program besar pemerintah dalam menyediakan hunian layak  bagi rakyat Indonesia," pungkasnya.

        Menggerakkan Ekonomi. 

        Pada kesempatan yang sama, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, program pembangunan 3 juta rumah yang digagas Presiden Prabowo bukan sekadar proyek perumahan, tetapi juga strategi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

        Program itu juga merupakan bukti terjalinnya Indonesia Incorporated. “Ini benar-benar contoh Indonesia Incorporated ketika pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak bergerak bersama untuk kepentingan bangsa,” kata Hashim .

        Saat ini, kata Hashim, ada sekitar 9 juta hingga 15 juta keluarga yang membutuhkan rumah tinggal dan sekitar 27 juta keluarga Indonesia yang menetap di rumah tidak layak huni. Pembangunan rumah mestinya lebih dari 3 juta unit setahun agar bisa mengejar ketertinggalan. Tapi, pembangunan perumahan yang sedang berjalan memberikan dampak ekonomi luar biasa.

        Ada 180 sektor yang ikut berkontribusi  setiap kali ada pembangunan rumah. “Karena itu, program perumahan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi sekitar 2% setahun. Ditambah pembangunan sektor industri dan lainnya, target pertumbuhan ekonomi 8% bisa terlampaui,” ujar Hashim. 

        Hashim  menyampaikan apresiasi kepada Lippo yang telah menghibahkan lahan lebih dari 31,3 ha untuk pembangunan rusun subsidi tersebut. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah kita, Pak Mochtar (founder Lippo, Mochtar Riady) dan Pak James (Founder dan Ketua Yayasan Pelita Harapan, James Riady) yang telah menghibahkan lahan. Ini langkah yang bersejarah dan luar biasa,” ujar Hashim.

        Di tempat yang sama, Rosan Roeslani menjelaskan, pembangunan 126.000  unit rusun subsidi dalam satu kawasan merupakan langkah besar yang jarang terjadi dalam satu proyek. 

        Proyek Meikarta akan memberikan dampak ekonomi yang luas, dari penciptaan lapangan kerja hingga penggerak aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

        “Kalau kita bayangkan, 126.000  unit itu jumlah yang sangat besar. Multiplier effect-nya juga luar biasa, baik dari penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat sekitar, maupun peningkatan aktivitas ekonomi,” tutur dia. Dampak pembangunan ini tidak hanya akan dirasakan para penghuni rusun, tetapi juga oleh perekonomian daerah, bahkan nasional." 

        Danantara siap mendukung pembiayaan pembangunan 18 tower rusun subsidi  tahap pertama di kawasan Meikarta  senilai Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun. Danantara akan memberikan dukungan pembiayaan penuh terhadap proyek hunian tersebut karena dinilai memiliki potensi kebutuhan pasar yang besar. “Dari segi pembiayaannya kita akan dukung secara penuh. Karena kalau kita lihat, ini proyek yang sangat baik, dan juga supply dan demand sangat banyak,” ujar Rosan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Sufri Yuliardi
        Editor: Sufri Yuliardi

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: