Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pembiayaan Produktif Pindar Tembus Rp33,3 Triliun di Awal 2026, OJK Optimis Tetap Tumbuh

        Pembiayaan Produktif Pindar Tembus Rp33,3 Triliun di Awal 2026, OJK Optimis Tetap Tumbuh Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan industri peer-to-peer lending atau pindar akan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026. Pertumbuhan tersebut didorong penguatan regulasi dan permodalan yang diharapkan mampu memperkuat kontribusi industri terhadap pembiayaan sektor produktif, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

        Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menyampaikan bahwa prospek industri pindar masih terbuka di tengah upaya penguatan tata kelola dan struktur industri.

        “Industri pindar diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026 seiring penguatan regulasi dan permodalan,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Selasa (10/3/2026).

        Dari sisi penyaluran pembiayaan, OJK mencatat peningkatan pendanaan yang diarahkan ke sektor produktif dan UMKM pada awal tahun ini. OJK membukukan data outstanding pembiayaan produktif yang mengalami kenaikan signifikan secara bulanan.

        “Pada Januari 2026, outstanding pendanaan produktif dan UMKM meningkat 32,52% month to month (mtm) menjadi Rp33,30 triliun atau sebesar 33,80% dari total outstanding industri pindar. Peningkatan ini mencerminkan dorongan berkelanjutan untuk memperbesar kontribusi pindar pada sektor produktif,” katanya.

        Peningkatan tersebut menunjukkan upaya industri fintech lending memperluas dukungan pembiayaan kepada sektor riil. Penyaluran dana kepada pelaku usaha produktif dinilai menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran industri pindar dalam mendukung perekonomian nasional.

        Baca Juga: Dari 132 Juta Pekerja, 120 Juta Menggantungkan Hidup pada UMKM

        Baca Juga: Rp6.569 Triliun Justru Dinikmati Korporasi, Begini Nasib Realisasi Kredit UMKM

        Baca Juga: UMKM Majalengka Didorong Naik Kelas Lewat Program Desa Emas 2026

        Namun demikian, meskipun porsi penyaluran mengalami peningkatan, angka tersebut masih berada di bawah target yang tercantum dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) periode 2023-2028.

        Dalam roadmap tersebut, porsi pembiayaan produktif ditargetkan mencapai 40%–50% pada periode 2025–2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: