Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 7.338,82 pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026. Merujuk data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG makin loyo dengan penurunan 53,3 poin atau -0,72% ke level 7.308,81.
Pergerakan saham pada awal perdagangan hari ini didominasi rapor merah. Terdapat 369 saham terkoreksi, hanya 130 saham yang terapresiasi dan 169 saham lainnya stagnan.
Per pagi hari ini, IHSG sudah mencatatkan volume perdagangan 2,13 miliar lembar saham dengan frekuensi 115,93 ribu kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp792,74 miliar.
PT Indospring Tbk (INDS) menjadi saham top losers dengan koreksi -12,15% ke Rp470. Disusul PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) yang melorot -10,99% ke Rp81 dan PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) yang terperosok -10,34% ke Rp260.
Jajaran top gainers diduduki PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang loncat 22,92% ke Rp118, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) yang melejit 20,20% ke Rp119 dan PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) yang melesat 16,56% ke Rp352.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Konsolidasi Hari Ini (13/3), Cek Saham Pilihan Analis
Baca Juga: BEI Bekukan Perdagangan Saham ALKA Usai Harga Naik Tajam
IHSG hari ini diperkirakan masih akan mengalami pelemahan, setelah mengakhiri sesi perdagangan kemarin dengan penurunan 0,37% menjadi 7.362,12. Beberapa analis memperkirakan peregrakan IHSG hari ini akan bergerak sideways, cenderung melemah.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa tekanan terhadap pasar saham saat ini dipengaruhi oleh dinamika global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, eskalasi konflik tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah, yang kemudian memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan inflasi global. Selain itu, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko pelebaran defisit fiskal serta neraca migas Indonesia.
"Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi (sideways) menjelang libur panjang, dengan area support di 7.200–7.300 dan resistance di 7.400–7.500," kata Reza dalam riset hariannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: