Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengendali Baru OLIV Gelar Tender Offer Rp20,65 Miliar

        Pengendali Baru OLIV Gelar Tender Offer Rp20,65 Miliar Kredit Foto: Lestari Ningsih
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pengendali baru PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV), yakni PT Olive Power Invest, resmi memulai mandatory tender offer atau penawaran tender wajib kepada pemegang saham publik.

        Dalam aksi korporasi ini, pengendali baru menawarkan pembelian hingga 590.073.314 saham, setara sekitar 31,06% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

        Harga penawaran tender wajib ditetapkan sebesar Rp35 per saham. Dengan demikian, apabila seluruh saham publik yang ditawarkan dalam tender tersebut dibeli, maka nilai transaksi dapat mencapai Rp20.652.565.990.

        "Pengendali baru dengan ini menegaskan bahwa pengendali baru memiliki dana yang cukup untuk penyelesaian atas dan pembayaran sehubungan dengan penawaran tender wajib," kata manajemen.

        Periode penawaran tender wajib ini berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 13 Maret hingga 11 April 2026. Sementara itu, proses pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi dijadwalkan pada 22 April 2026.

        Sebelumnya, pengendali baru telah mengakuisisi mayoritas saham OLIV melalui transaksi pengalihan saham pada 25 November 2025. Dalam transaksi tersebut, saham dibeli dari dua pihak penjual, yakni Hendro Jap dan Hioe Mie Tjen.

        Dari Hendro Jap, pengendali baru menyerap 1.155.157.112 saham atau 60,80% kepemilikan. Sementara dari Hioe Mie Tjen diperoleh 135.000.000 saham atau 7,10%.

        Seluruh transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp13,56 per saham, dengan total nilai akuisisi mencapai Rp17.500.000.000. Setelah transaksi tersebut rampung, pengendali baru menguasai 1.290.157.112 saham atau sekitar 67,90% dari total saham OLIV.

        Baca Juga: Pengendali Baru Tender Wajib Saham AYLS, Tawarkan Harga Rp134 per Lembar

        Baca Juga: Kelalaian Merger dan Akuisisi Mengancam Persaingan Usaha

        Ke depan, pengendali baru berencana melakukan transformasi bisnis dengan memperluas kegiatan usaha ke sektor kendaraan ramah lingkungan.

        "Sehubungan dengan hal tersebut, pengendali baru berencana untuk menyelaraskan kegiatan usaha Perseroan saat ini dengan rencana ekspansi bisnis pengendali baru. Pengendali baru bermaksud untuk menjadikan Perseroan sebagai sarana dalam pengembangan ekosistem New Energy Commercial Vehicle (NECV) dan industri pendukungnya di Indonesia," terang manajemen.

        Pengendali baru menegaskan tidak memiliki rencana untuk menghapus pencatatan saham dari Bursa Efek Indonesia, melikuidasi perusahaan, maupun mengubah kebijakan dividen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: