Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Siapkan 6 KEK Baru, Fokus Industri EV hingga Energi Hijau

        Pemerintah Siapkan 6 KEK Baru, Fokus Industri EV hingga Energi Hijau Kredit Foto: KEK Industropolis Batang
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah tengah mempersiapkan penambahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru di Indonesia. Dewan Nasional (Denas) KEK mengungkapkan saat ini terdapat enam usulan KEK yang telah diajukan dan menunggu persetujuan Presiden.

        Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengatakan seluruh proses administrasi dan teknis untuk keenam kawasan tersebut telah rampung. Saat ini, keputusan tinggal menunggu persetujuan dari Presiden.

        “Jadi memang kita sedang mengusulkan ada enam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Bapak Presiden. Semuanya sekarang sudah berada di meja Bapak Presiden,” ujar Rizal dalam Media Gathering di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

        Meski belum merinci nama-nama kawasan tersebut, Rizal menyebutkan bahwa KEK baru tersebut tersebar di sejumlah wilayah strategis, yakni dua di Kalimantan, satu di Sulawesi, satu di Jawa Timur, serta dua di Jawa Barat.

        Ia menjelaskan bahwa sektor industri yang akan dikembangkan di kawasan tersebut mayoritas bergerak di bidang manufaktur, termasuk industri kendaraan listrik, pengolahan sumber daya mineral, hingga energi hijau.

        “Industrinya lebih banyak ke sektor manufaktur, ada yang terkait pengembangan mobil listrik, ada juga pengembangan smelter untuk batubara dan nikel, serta satu lagi yang fokus pada industri energi hijau,” jelasnya.

        Selain rencana pembentukan enam KEK baru, pemerintah juga tengah memproses perluasan untuk dua KEK yang telah beroperasi, yakni KEK Singhasari dan KEK Nongsa Digital Park.

        Rizal mengatakan perluasan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi peningkatan minat investasi, baik melalui penambahan kegiatan usaha di KEK Singhasari maupun perluasan lahan di KEK Nongsa.

        Plt Kepala Biro Investasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Denas KEK, Bambang Wijanarko, menambahkan bahwa saat ini kedua KEK tersebut sedang dalam proses perubahan Peraturan Pemerintah (PP).

        Baca Juga: Investasi KEK Nyaris Tembus Target, Capai Rp82,6 Triliun pada 2025

        Menurutnya, revisi PP tersebut diperlukan untuk mengatur penambahan aktivitas usaha maupun perluasan kawasan di dua KEK tersebut.

        “Jadi dua KEK ini sebetulnya perubahan PP-nya, perubahan PP KEK. Jadi ada perluasan kegiatan dan juga perluasan luasan kawasan,” ujar Bambang.

        Khusus untuk KEK Nongsa di Batam, perluasan lahan dilakukan seiring meningkatnya permintaan fasilitas pusat data (data center). Ia menyebutkan sudah ada sejumlah investor yang menyatakan minat untuk mengembangkan fasilitas tersebut di kawasan tersebut.

        “Untuk Nongsa ini karena demand data center meningkat, dan sudah ada yang berminat,” katanya.

        Hingga akhir 2025, realisasi investasi di 25 KEK yang telah beroperasi tercatat mencapai Rp82,5 triliun atau sekitar 98 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.

        Rizal mengatakan kinerja KEK menunjukkan tren yang solid. Bahkan pada triwulan IV-2025 saja, investasi yang masuk mencapai Rp21 triliun.

        “Sepanjang 2025, berdasarkan data sementara, realisasi investasi mencapai Rp82,5 triliun. Hal ini menunjukkan kinerja KEK yang solid dan konsisten,” ujarnya.

        Secara kumulatif hingga akhir 2025, total investasi yang mengalir ke seluruh KEK telah mencapai Rp335 triliun. Kawasan tersebut juga telah menyerap tenaga kerja sebanyak 248.459 orang di berbagai wilayah Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: