Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Menetapkan 30 Lokasi di Indonesia Timur Sebagai Prioritas Program Dedieselisasi

        Pemerintah Menetapkan 30 Lokasi di Indonesia Timur Sebagai Prioritas Program Dedieselisasi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyiapkan langkah percepatan program dedieselisasi di seluruh wilayah Indonesia. Program ini bertujuan mengganti pembangkit listrik tenaga diesel dengan energi yang lebih bersih.

        Pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah lokasi prioritas yang akan menjadi fokus penggantian pembangkit. Wilayah prioritas utama berada di kawasan Timur Indonesia serta daerah yang belum terhubung jaringan listrik.

        Direktorat Jenderal Gatrik dan Direktorat Jenderal EBTKE sudah menetapkan lebih dari 30 titik lokasi awal. “Mudah-mudahan yang kita prioritaskan di kawasan Timur Indonesia. Ini sudah lebih dari 30 lokasi yang kita prioritaskan,” ujar Yuliot Tanjung pada Jumat (13/3/2026).

        Yuliot Tanjung menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM dalam memberikan keterangan di Kantor kementerian. Program penghentian operasional PLTD ini menjadi bagian dari rencana pembangunan PLTS sebesar 100 gigawatt.

        Pemerintah menargetkan wilayah yang masih menggunakan diesel akan segera beralih ke tenaga surya. Langkah ini mendukung peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional secara luas.

        “Itu bagian dari rencana PLTS 100 gigawatt. Jadi daerah-daerah yang masih dialiri listrik dengan menggunakan diesel akan kita konversi menjadi PLTS,” ujar Yuliot memberikan penjelasan.

        Wilayah prioritas dedieselisasi mencakup daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di seluruh penjuru negeri. Lokasi-lokasi tersebut selama ini masih mengandalkan solar karena belum tersambung dengan jaringan listrik utama.

        Pulau Simeulue dan Pulau Nias masuk ke dalam daftar prioritas pengembangan energi hijau tersebut. Wilayah Kepulauan Mentawai hingga Pulau Enggano juga menjadi target utama dalam pelaksanaan program dedieselisasi.

        Baca Juga: Rapat di Istana, Prabowo Perintahkan Percepatan Hentikan PLTD dan PLTU Solar Seiring Krisis Hormuz

        “Daerah-daerah 3T yang belum tersambung ke grid itu masih menggunakan diesel. Jadi ini bagian dari program dedieselisasi,” pungkas Yuliot menegaskan komitmen pemerintah.

        Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah melaporkan progres transisi energi ini kepada Presiden Prabowo Subianto. “Yang dari solar akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga adalah geotermal," kata Bahlil pada Kamis (12/3/2026).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: