Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (17/3): Ketegangan Selat Hormuz Mereda

        Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (17/3): Ketegangan Selat Hormuz Mereda Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga bitcoin melonjak tajam pada perdagangan awal pekan dan menembus level US$74.500 di Selasa (17/3). Aset kripto tersebut mencatatkan level tertinggi terbaru usai jatuh akibat ketegangan di Timur Tengah.

        Kenaikan harga bitcoin kali ini menandai breakout dari kisaran perdagangan enam minggu terakhir, sekaligus meningkatkan sentimen positif di pasar kripto global. Lonjakan harga bitcoin juga mendorong minat investor terhadap aset kripto berisiko lebih tinggi atau altcoin.

        Baca Juga: Stanley Druckenmiller Soal Bitcoin (BTC) Hingga Kripto: Solusi yang Cari Masalah

        Dalam perdagangan pagi ini, bitcoin sempat mencapai sekitar US$74.500. Kenaikan ini dinilai signifikan karena menyerupai pola pemulihan yang pernah terjadi pada fase akhir crypto winter sebelumnya.

        Penguatan bitcoin biasanya menjadi indikator awal bagi pergerakan pasar kripto secara keseluruhan. Ketika aset digital terbesar ini menguat, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset kripto lainnya.

        Sentimen pasar juga terbantu oleh perkembangan geopolitik, khususnya terkait Strait of Hormuz. Ketegangan dalam kawasan tersebut dilaporkan sedikit mereda menyusul manuver dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyerukan negara-negara lain untuk membantu menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.

        Selain itu, beberapa kapal tanker minyak dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas pelayaran belum sepenuhnya terhenti meskipun konflik regional masih berlangsung.

        Breakout harga bitcoin dari kisaran konsolidasi panjang kali ini juga menjadi sinyal teknikal yang penting bagi pelaku pasar. Pergerakan tersebut sering kali diartikan sebagai indikasi meningkatnya minat beli serta potensi tren naik lanjutan.

        Meski demikian, analis pasar tetap mengingatkan bahwa volatilitas kripto masih tinggi, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan kondisi ekonomi global yang terus berubah.

        Baca Juga: Meta Bersiap Masuk Pasar Stablecoin Dolar, Bidik Pembayaran Digital Global

        Jika momentum positif berlanjut, pasar kripto berpotensi memasuki fase pemulihan baru setelah periode tekanan yang berlangsung beberapa bulan terakhir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: