Kredit Foto: Antara/Muhammad Mada
Pemerintah memastikan ketersediaan pangan strategis menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, dalam kondisi aman.
Hal itu didukung surplus sejumlah komoditas utama, serta langkah pengamanan dari hulu hingga hilir yang terus diperkuat.
Dalam konferensi pers, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan, ketersediaan seluruh komoditas baik beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging ayam, daging sapi/kerbau, telur, gula, dan minyak goreng, aman dalam menghadapi Idulfitri 1447.
“Seluruh komoditas strategis beras, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi atau daging kerbau, telur, gula dan minyak goreng, menghadapi Idulfitri 1447 Hijriah sebentar lagi ini, kami sampaikan kalau kondisinya aman,” ujarnya dalam Update Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Kesiapan Infrastruktur, dan Stabilitas Harga Pangan Menjelang Nyepi & Idulfitri 2026, Rabu (18/3/2026).
Ia menekankan, kondisi aman berarti pasokan mencukupi dan harga tetap terkendali sesuai HET.
Pernyataan ini menjadi dasar optimisme pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional, saat momentum hari besar keagamaan.
Upaya pengamanan dilakukan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari koordinasi dengan produsen dan pelaku usaha agar distribusi berjalan lancar dan harga tetap sesuai ketentuan, hingga pengawasan melalui sistem peringatan dini (early warning system).
Pemerintah juga memperkuat kerja sama antar-daerah, untuk mendistribusikan pasokan dari wilayah surplus ke daerah yang membutuhkan.
Operasi pasar dan inspeksi mendadak (sidak) turut digencarkan bersama Satgas Sapu Bersih, guna memastikan tidak ada lonjakan harga yang merugikan masyarakat.
Di sisi produksi, pemerintah menjaga stabilitas hasil pertanian, meskipun di tengah tantangan musim hujan dan pengering, termasuk dengan percepatan masa tanam dan optimalisasi alat mesin pertanian pascapanen.
Untuk komoditas strategis seperti beras, pemerintah melakukan percepatan tanam dengan jeda maksimal 14 hari antara panen dan tanam berikutnya, serta memantau harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan harga eceran tertinggi (HET) beras.
Sedangkan pada komoditas lain seperti jagung, bawang merah, dan cabai, dilakukan pendataan stok secara menyeluruh, serta penguatan distribusi dan produksi di wilayah defisit.
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan hingga Mei 2026, Indonesia mencatat surplus pada berbagai komoditas.
Beras misalnya, memiliki ketersediaan sebesar 29,33 juta ton dengan kebutuhan 12,94 juta ton, menghasilkan surplus 16,38 juta ton.
Baca Juga: Stok Pangan Surplus tapi Harga Daging Melonjak, DPR Dorong Pasar Murah Sebelum Idulfitri
Komoditas lain seperti jagung, cabai, telur ayam, hingga daging ayam juga menunjukkan kondisi surplus, bahkan daging ayam, telur ayam, dan bawang merah berpotensi untuk di ekspor.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sehingga masyarakat dapat menjalani Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: