Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Soal Perang Iran, Amerika Serikat: Tujuan Kami Berbeda dengan Israel

        Soal Perang Iran, Amerika Serikat: Tujuan Kami Berbeda dengan Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat (AS) dan Israel memiliki tujuan yang berbeda meski dalam satu arah dalam perang keduanya melawan Iran. Hal ini terungkap dalam sidang di Komite Intelijen Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.

        Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat Tulsi Gabbard menyatakan bahwa tujuan militer pihaknya tidak sepenuhnya sejalan dengan Israel. Menurut Gabbard, perbedaan tujuan dapat terlihat dari pola operasi militer yang dilakukan oleh Israel dan Washington.

        Baca Juga: Trump Kecewa, Sekutu Amerika Serikat Tak Mau Bantu Soal Konflik Iran di Selat Hormuz

        Israel menurutnya lebih berfokus pada upaya melemahkan atau melumpuhkan kepemimpinan dari Iran. Hal ini ditunjukkan dengan beragam serangan yang menyasar elite-elite politik dari Teheran.

        “Dari operasi yang ada, terlihat bahwa pemerintah mereka berfokus pada melumpuhkan kepemimpinan dari Iran,” ujar Gabbard.

        Sementara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menurutnya menetapkan tujuan yang berbeda. Gabbard menegaskan bahwa target utama pihaknya adalah menghancurkan kemampuan militer strategis dari Iran.

        Ia mengungkapkan bahwa pihaknya lebih menyasar hal yang berkaitan dengan sistem persenjataan. Tujuan tersebut mencakup kapasitas peluncuran rudal balistik, produksi rudal balistik dan kekuatan angkatan laut dari Iran

        Baca Juga: Mau Hancurkan Lebanon, Sekutu Amerika Serikat Peringatkan Israel

        Perbedaan Amerika Serikat dan Israel dalam hal ini berpotensi memengaruhi arah konflik. Hal ini terutama dalam menentukan target operasi militer dan peluang penyelesaian konflik. Meski kedua negara bersekutu, perbedaan tujuan ini menunjukkan adanya dinamika tersendiri dalam strategi militer yang dijalankan di Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: