Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BGN Tantang SPPG Bikin Menu Bintang Lima Rp10 Ribu tapi 62 Dapur Masih Jadi Sorotan

        BGN Tantang SPPG Bikin Menu Bintang Lima Rp10 Ribu tapi 62 Dapur Masih Jadi Sorotan Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Target penyediaan menu makan bergizi gratis dengan kualitas tinggi menjadi fokus pemerintah dalam pelaksanaan program MBG. Di tengah upaya tersebut, sejumlah catatan kualitas layanan di lapangan masih menjadi perhatian.

        Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan harapan agar inovasi menu terus dikembangkan. Ia menilai kolaborasi dengan ahli gizi dan profesional kuliner dapat meningkatkan standar makanan.

        "Saya berharap suatu hari keluar inovasi-inovasi makanan dari ahli gizi dan chef-chef profesional sehingga akan keluar khas Program MBG yang kualitasnya sekelas bintang lima tetapi sesuai harga Program bahan baku MBG Rp10 ribu," kata Dadan dikutip dari ANTARA, Kamis (19/3/2026).

        Program MBG saat ini telah menjangkau skala layanan yang semakin luas di berbagai daerah. Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir.

        Dadan menyebut jumlah SPPG meningkat dari sekitar 1.000 unit menjadi sekitar 25.000 unit. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

        Namun demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari sejumlah evaluasi terkait kualitas layanan. Beberapa SPPG sempat menjadi perhatian publik karena temuan di lapangan.

        Dadan mencatat terdapat 62 SPPG yang sempat viral terkait masalah kualitas. Ia menyatakan jumlah tersebut relatif kecil dibanding total unit yang beroperasi.

        "Kalau ada 62 yang membuat viral menjadi sesuatu yang luar biasa dari 25 ribu, kalau dihitung secara persentase sebetulnya kecil tetapi itulah yang kemudian dilihat oleh masyarakat," ujar Dadan

        Selain kualitas, tantangan juga muncul dalam penyediaan makanan pada kondisi tertentu seperti bulan Ramadhan. Kebutuhan makanan yang bergizi sekaligus memiliki daya tahan menjadi perhatian dalam operasional program.

        "Inovasi produk ini penting terutama terkait dengan program selama bulan Ramadhan, di mana kita membutuhkan makanan yang berkualitas tinggi, segar, tetapi tahan lama, nah ini tantangannya," ujar Dadan.

        Menurutnya, inovasi menu tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga aspek teknis penyajian. Hal tersebut mencakup proses distribusi dan ketahanan makanan di berbagai wilayah.

        Dadan menegaskan bahwa evaluasi internal terus dilakukan untuk menjaga kualitas layanan. Upaya tersebut bertujuan memastikan seluruh SPPG berjalan sesuai ketentuan.

        "Kita patut terus melakukan perbaikan ke dalam supaya kualitas merata dan tidak ada satu pun SPPG yang menyimpang dari juknis dan SOP yang ditetapkan," katanya.

        Pemerintah berupaya menjaga konsistensi kualitas program di tengah ekspansi yang cepat. Langkah perbaikan dilakukan untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: