Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Emiten Menara Grup Djarum (TOWR) Cetak Laba Rp3,67 Triliun Sepanjang 2025

        Emiten Menara Grup Djarum (TOWR) Cetak Laba Rp3,67 Triliun Sepanjang 2025 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Emiten menara milik Grup Djarum ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,67 triliun, naik 10,27% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,33 triliun.

        Sejalan dengan itu, laba per saham dasar dan dilusian juga meningkat menjadi Rp69, dari sebelumnya Rp67. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan pendapatan serta kinerja operasional yang tetap terjaga.

        Dari sisi top line, TOWR mencatatkan pendapatan sebesar Rp13,32 triliun, meningkat dari Rp12,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Kontribusi terbesar berasal dari segmen pihak ketiga sebesar Rp13,15 triliun, sementara dari pihak berelasi mencapai Rp173,14 miliar.

        Meski pendapatan meningkat, tekanan biaya tetap terasa. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp4,18 triliun dari sebelumnya Rp3,99 triliun, seiring kenaikan komponen beban lainnya yang mencapai Rp1,11 triliun dari Rp898,59 miliar. Sementara itu, depresiasi dan amortisasi justru sedikit menurun menjadi Rp3,07 triliun dari Rp3,09 triliun.

        Namun demikian, perusahaan masih mampu mencatatkan laba kotor sebesar Rp9,13 triliun, naik dari Rp8,73 triliun. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp7,49 triliun dari sebelumnya Rp7,26 triliun, meski di tengah kenaikan sejumlah beban operasional.

        Beban penjualan dan pemasaran tercatat Rp328,89 miliar, naik dari Rp312,84 miliar. Sementara beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp913,43 miliar dari Rp824,23 miliar, serta beban usaha lainnya naik menjadi Rp399,49 miliar dari Rp336,49 miliar.

        Baca Juga: Anak Usaha TOWR Kantongi Pinjaman Rp1,4 Triliun dari Bank of China

        Baca Juga: Michael Bambang Hartono Arsitek Ekspansi Djarum hingga BCA Tutup Usia

        Dari sisi neraca, TOWR mencatatkan total aset sebesar Rp77,26 triliun, sedikit turun dari Rp77,82 triliun pada akhir 2024. Di sisi lain, liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp50,18 triliun dari sebelumnya Rp58,65 triliun.

        Penurunan liabilitas ini turut mendorong lonjakan ekuitas yang mencapai Rp27,08 triliun, meningkat signifikan dari Rp19,16 triliun pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan penguatan struktur keuangan perusahaan di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: