Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Morgan Stanley: Wall Street Sudah Lama Siap Masuk Kripto, Bukan Sekadar FOMO

        Morgan Stanley: Wall Street Sudah Lama Siap Masuk Kripto, Bukan Sekadar FOMO Kredit Foto: Reuters/Mike Blake
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Morgan Stanley menegaskan bahwa masuknya institusi keuangan besar ke dunia kripto bukan karena fear of missing out (FOMO), melainkan hasil dari persiapan panjang dari Wall Street.

        Kepala Strategi Aset Digital Morgan Stanley, Amy Oldenburg menegaskan selama beberapa tahun terakhir, bank-bank besar memang terlihat hati-hati terhadap kripto. Namun kini, pendekatan tersebut mulai berubah menjadi lebih konkret.

        Baca Juga: CEO BNY: Bank Jadi Kunci Adopsi Kripto dan Bitcoin

        “Anggapan Wall Street baru masuk karena takut kehilangan momentum itu tidak akurat. Kami sudah berada dalam perjalanan modernisasi infrastruktur keuangan selama bertahun-tahun,” ujarnya.

        Di Morgan Stanley, langkah tersebut meliputi penyediaan akses bitcoin hingga peluasan strategi akses digital. Oldenburg mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama ke depan adalah tokenisasi saham.

        Bank tersebut berencana mendukung perdagangan saham dalam bentuk token, memanfaatkan platform trading yang sudah ada dan mengintegrasikan aset digital dengan sistem tradisional. Langkah ini diperkirakan mulai terealisasi pada paruh kedua 2026.

        Transformasi ini tidak mudah karena bank harus memperbarui sistem lama yang telah digunakan selama puluhan tahun. Beberapa tantangan utama meliputi sistem settlement yang lambat, infrastruktur yang kompleks dan integrasi dengan teknologi baru seperti blockchain.

        “Kami harus belajar ulang bagaimana infrastruktur lama bekerja dan bagaimana meng-upgrade-nya,” kata Oldenburg.

        Oldenburg juga menyoroti peran stablecoin sebagai solusi untuk transfer dana lebih cepat dengan biaya lebih rendah dibanding sistem tradisional. Namun, adopsi tetap bergantung pada kesiapan seluruh ekosistem keuangan global.

        Menurutnya, modernisasi tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu institusi saja. Ia menilai bahwa industri kripto masih berada dalam tahap awal menyusul pembangunan infrastruktur yang masih berjalan dan regulasi yang masih dalam kajian.

        “Kami tidak bisa memodernisasi sistem sendirian. Ini adalah jaringan global yang sangat kompleks,” ujarnya.

        Baca Juga: Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (25/3): Investor Pantau Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

        Pernyataan ini menegaskan bahwa integrasi kripto ke sistem keuangan global bukan tren sesaat, melainkan transformasi jangka panjang. Dengan keterlibatan institusi besar, adopsi kripto diperkirakan akan berlangsung lebih terstruktur, lebih aman dan .ebih luas secara global. Namun prosesnya akan bertahap, seiring perkembangan teknologi, regulasi, dan kesiapan pasar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: