Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong rumah produksi iklan Indonesia untuk memperluas pasar internasional. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah berpartisipasi dalam ADFEST 2026 di Pattaya, Thailand.
Keikutsertaan dalam ajang kreatif dan periklanan terbesar di kawasan Asia Pasifik ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kualitas produksi kreatif nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Baca Juga: Kemenkop Perkuat Ekosistem Perikanan Lewat Industri Pendukung
“Kami ingin memastikan talenta kreatif Indonesia mampu menunjukkan kapasitasnya di panggung global. ADFEST menjadi kesempatan penting bagi rumah produksi iklan, untuk memperluas jejaring internasional dan membuka peluang kolaborasi lintas negara,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, dikutip dari siaran pers Kemenekraf, Rabu (25/3).
ADFEST merupakan salah satu festival kreatif dan periklanan terbesar di kawasan Asia Pasifik yang telah diselenggarakan sejak 1998. Ajang ini mempertemukan para pelaku industri kreatif dunia, mulai dari agensi periklanan, rumah produksi, brand global, hingga kreator teknologi kreatif.
Pada tahun ini, ADFEST 2026 akan berlangsung pada 19–21 Maret 2026 di Pattaya, Thailand. Berbagai agenda akan digelar dalam festival tersebut, antara lain forum industri, workshop kreatif, hingga ajang penghargaan karya terbaik di kawasan Asia Pasifik.
Dalam partisipasi tersebut, Kementerian Ekraf berkolaborasi dengan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia (IRPII) untuk menghadirkan delegasi rumah produksi Indonesia melalui fasilitasi booth pada Production Hut. Area ini merupakan ruang pameran khusus bagi perusahaan produksi kreatif seperti rumah produksi, studio animasi, hingga studio berbasis teknologi kecerdasan buatan.
Melalui keikutsertaan ini, pelaku industri kreatif Indonesia dapat menampilkan portofolio karya kepada audiens internasional sekaligus memperkenalkan kapasitas produksi kreatif nasional kepada pasar global.
Dalam partisipasi tersebut, Indonesia menghadirkan sejumlah rumah produksi yang merepresentasikan kekuatan industri produksi iklan nasional, antara lain Aidea Bali, Imagen Pictures, Nayfosindo, Plana, Liquid Production, Circa Digipro, dan Ronaksara.
Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu, mengatakan subsektor periklanan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Baca Juga: Na Willa Jadi Bukti Kreativitas Perfilman Indonesia
“Kami berharap partisipasi ini juga semakin memperkuat subsektor periklanan sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekonomi kreatif nasional,sekaligus menjadi momentum bagi rumah produksi iklan Indonesia untuk menunjukkan kualitas produksi kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.” ujar Agustini Rahayu.
Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui kolaborasi dengan asosiasi industri dan pelaku usaha kreatif. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan Ekonomi Kreatif sebagai the new engine of growth atau mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: