Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Uni Eropa Ungkap Cara Rusia Bantu Iran Menyerang Amerika Serikat

        Uni Eropa Ungkap Cara Rusia Bantu Iran Menyerang Amerika Serikat Kredit Foto: Reuters/Olivier Douliery
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Uni Eropa kembali memberikan tekanan terhadap Rusia. Moskow kali ini dituduh telah memberikan bantuan terhadap Iran. Hal tersebut membuat panjang perang dari negara terkait dengan Amerika Serikat.

        Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas menyatakan bahwa pihaknya akan mengangkat isu tersebut kepada Amerika Serikat. Menurut Kallas, Rusia diduga memberikan dukungan intelijen kepada yang digunakan untuk menyerang target militer dari Washington.

        Baca Juga: Amerika Serikat Bilang China Diam-diam Kirim Alat Pembuat Chip ke Iran

        “Rusia membantu dengan intelijen untuk menargetkan pasukan dari Amerika Serikat,” ujarnya, dikutip dari Reuters.

        Rusia juga disebut turut memasok teknologi drone yang digunakan dalam serangan terhadap negara tetangga dan pangkalan militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah.

        Moskow juga kemungkinan menyediakan citra satelit kepada Iran. Ia juga disebut telah membantu meningkatkan kemampuan drone mereka agar setara dengan teknologi yang digunakan Moskow di Ukraina.

        Namun Rusia sendiri telah membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak pernah memberikan intelijen terkait target militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah.

        Iran sendiri telah melancarkan berbagai serangan balasan ke berbagai pangkalan militer dan fasilitas dari Israel dan Amerika Serikat. Teheran juga disebut berperan dalam terganggunya ekspor energi global melalui Strait of Hormuz.

        Prancis sebelumnya merespons blokade tersebut dengan menginisiasi pembicaraan dengan puluhan negara untuk merancang misi pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa hal itu dilakukan usai selesainya konflik dari Iran, Israel dan Amerika Serikat.

        Paris menegaskan bahwa inisiatif ini bersifat defensif dan tidak terkait langsung dengan operasi militer yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

        Dalam rencana awal, misi internasional ini diperkirakan akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, negara-negara terkait akan melakukan pembersihan ranjau laut (mine-hunting). Hal itu nantinya dilanjutkan dengan pengamanan kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

        Adapun Presiden Prancis, Emmanuel Macron sebelumnya menegaskan bahwa keterlibatan internasional baru akan dilakukan setelah konflik mereda, dengan mempertimbangkan stabilitas kawasan hingga persetujuan dari Iran.

        Baca Juga: Sinyal Operasi Baru Amerika Serikat ke Iran: 10.000 Tentara Bakal Dikirim ke Timur Tengah

        Meski tidak terlibat dalam konflik, ia sendiri telah mengerahkan kekuatan militernya ke kawasan, termasuk kapal induk, dua kapal helikopter dan delapan kapal perang. Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan misi di masa depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: