Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Mengklaim Negosiasi Makin Menggembirakan, Diputuskan: Tunda Serangan Sistem Energi Iran

        Trump Mengklaim Negosiasi Makin Menggembirakan, Diputuskan: Tunda Serangan Sistem Energi Iran Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengundur tenggat waktu ancaman serangannya terhadap jaringan listrik Iran menjadi 6 April 2026.

        Keputusan ini diambil menyusul klaim adanya kemajuan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang yang tengah berlangsung di negara tersebut.

        Pengumuman yang disampaikan pada Kamis waktu setempat ini muncul di tengah upaya Trump yang terus menekan Iran agar kembali membuka Selat Hormuz, jalur perairan yang sangat vital bagi lalu lintas perdagangan minyak dunia.

        "Sesuai dengan permintaan Pemerintah Iran, melalui pernyataan ini saya menunda masa penghancuran Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 Waktu Bagian Timur (ET)," tulis Trump dalam unggahannya di platform Truth Social.

        "Perundingan masih berlangsung dan berjalan dengan sangat baik, terlepas dari pernyataan keliru yang dilontarkan oleh Media Berita Palsu (Fake News Media) maupun pihak lain," tambahnya.

        Unggahan tersebut menandai penundaan terbaru yang diumumkan Trump sejak ia pertama kali melontarkan ancaman untuk melumpuhkan sistem energi Iran.

        Sebelumnya pada hari Minggu, Trump mengancam akan menyerang jaringan listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam kurun waktu 48 jam.

        Saat itu, ia secara tegas memperingatkan akan menggempur pembangkit-pembangkit energi Iran, "DIMULAI DARI YANG PALING BESAR TERLEBIH DAHULU".

        Sehari berselang, tepatnya pada Senin, Trump menyatakan akan menunda serangan tersebut selama lima hari berbekal "percakapan yang baik dan produktif", sebuah klaim perundingan yang justru dibantah keras oleh pihak Iran. Pengumuman pada hari Kamis ini praktis menjadi penundaan untuk kedua kalinya.

        Dilaporkan Reuters menyebutkan pemerintahan Trump memang kerap melontarkan pernyataan yang saling bertentangan mengenai arah perang ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: