Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengakui harga sejumlah komoditas pangan sempat mengalami kenaikan menjelang Idulfitri 2026, sebelum kembali menunjukkan tren stabil pasca-Lebaran. Pemerintah memastikan fluktuasi tersebut masih dalam batas terkendali seiring perbaikan pasokan dan distribusi.
“Kita mengunjungi dua pasar hari ini, yaitu Pasar Rawamangun Jakarta, kemudian Pasar Ciputat di Tangerang. Di Rawamangun tadi pedagangnya belum banyak, sehingga harga masih belum sepenuhnya stabil banget. Nah kemudian saya kunjungi Pasar Ciputat, di sini harganya sangat bagus,” ujar Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, harga sejumlah komoditas utama sudah berada dalam kisaran yang relatif stabil. Di Pasar Ciputat, harga daging ayam ras tercatat sekitar Rp35.000 per kilogram, masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp40.000 per kilogram.
Komoditas hortikultura juga mengalami penurunan harga setelah sempat meningkat selama Ramadan. Harga cabai rawit merah kini berada di kisaran Rp60.000 per kilogram, mendekati HAP sebesar Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dan cabai merah keriting masing-masing berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
“Kemudian bawang merah Rp40.000. Kemudian cabai rawit merah sekitar Rp60.000, ini turun sangat bagus. Cabai merah keriting sekitar Rp40.000 malahan. Artinya, di sini harga relatif sangat bagus,” tambahnya.
Ketut menegaskan, pemerintah menargetkan stabilitas harga pangan dapat terus terjaga pasca-Lebaran, didukung oleh kecukupan pasokan domestik.
“Saya di sini langsung beli dan langsung bisa tahu harganya, sehingga mudah-mudahan dengan kondisi ini, kondisi harga yang relatif bagus bisa stabil untuk ke depannya. Jadi pasca-Lebaran ini juga harga bisa tetap bagus,” ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada pekan kedua Maret 2026 menjelang Idulfitri. Untuk komoditas daging ayam, kenaikan terjadi di 192 kabupaten/kota, dengan 123 wilayah masih berada dalam rentang HAP Rp40.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit merah tercatat di 198 kabupaten/kota, dengan 48 wilayah masih sesuai HAP Rp57.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah mengalami kenaikan di 143 kabupaten/kota, dengan 96 wilayah tetap berada dalam batas HAP Rp41.500 per kilogram.
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi prioritas pemerintah dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen.
“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” ujarnya.
Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino Godzilla
Baca Juga: BRIN Peringatkan Super El Nino 2026 Ancam Ketahanan Pangan, Kemarau Ekstrem hingga Oktober
Ia menambahkan, stabilitas harga sangat bergantung pada kelancaran produksi dan distribusi.
“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir. Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” kata Amran.
Dari sisi makro, inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) pada Februari 2026 tercatat sebesar 2,50% secara bulanan dan 4,64% secara tahunan. Angka tersebut masih berada dalam target pemerintah sebesar 3–5%, mencerminkan stabilitas harga pangan yang relatif terjaga di tengah dinamika permintaan dan pasokan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: