Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Stok Kedelai Aman, Bapanas Jaga Pasokan untuk Perajin Tahu-Tempe

Stok Kedelai Aman, Bapanas Jaga Pasokan untuk Perajin Tahu-Tempe Kredit Foto: Antara/Ampelsa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pasokan kedelai nasional tetap terjaga guna mendukung keberlangsungan usaha perajin tahu dan tempe, sekaligus menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyampaikan bahwa stok kedelai hingga akhir April 2026 masih berada pada level aman, baik yang berasal dari impor maupun produksi dalam negeri.

“Ketersediaan kedelai secara nasional masih mencukupi untuk penuhi kebutuhan nasional, terutama bagi kebutuhan produksi perajin tahu dan tempe,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Sarwo menjelaskan, stok kedelai saat ini mencapai sekitar 322 ribu ton, angka yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan yang berada di kisaran 220 ribu hingga 230 ribu ton.

“Kaitan dengan ketersediaan stok, saat ini sampai dengan akhir April, stok kedelai kita masih 322 ribu ton. Artinya ini masih cukup,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah terus memantau ketersediaan tersebut secara berkala, mengingat lebih dari 90 persen kebutuhan kedelai nasional digunakan oleh perajin tahu dan tempe. Koordinasi juga dilakukan secara rutin dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan.

Baca Juga: Tak Impor Beras, RI Masuk Era Swasembada Plus! Kepala Bapanas: Presiden Kita Hebat!

Dari sisi harga, Bapanas menyebut kondisi di tingkat perajin masih terkendali. Rata-rata harga kedelai impor dalam sepekan terakhir berada di kisaran Rp11.266 hingga Rp11.320 per kilogram, masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram.

Sarwo menegaskan para importir wajib mematuhi batas harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni maksimal Rp11.500 per kilogram di tingkat importir dan Rp12.000 per kilogram di tingkat konsumen atau perajin.

“Semua pelaku usaha harus tunduk kepada pemerintah dengan mengacu kepada harga acuan yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Selain menjaga pasokan dan harga, pemerintah juga tengah memperkuat Cadangan Kedelai Pemerintah (CKP) bersama Perum Bulog. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pengadaan CKP pada 2026 ditargetkan minimal mencapai 70 ribu ton.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan pelaku usaha kedelai, khususnya importir, untuk menjaga stabilitas harga. Pemerintah tidak segan memberikan sanksi tegas berupa pencabutan izin impor jika terjadi pelanggaran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Istihanah
Editor: Istihanah

Advertisement