Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Proyeksi Ekonomi Kuartal I 2026 Tumbuh 5,5 Persen

        Purbaya Proyeksi Ekonomi Kuartal I 2026 Tumbuh 5,5 Persen Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 akan mencapai kisaran 5,5 persen. Angka ini tetap dipengaruhi oleh gejolak perang di kawasan Timur Tengah meskipun terdapat momentum libur Idulfitri.

        Data survei konsumsi masyarakat menunjukkan tren peningkatan yang konsisten pada Januari hingga Maret 2026. Selain itu, kenaikan angka pembelian kendaraan bermotor turut menjadi indikator kuat bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

        “Menurut saya di atas 5,5 persen sudah bagus dalam keadaan sekarang,” ujar Purbaya di Gedung Kemenkeu, Jumat (27/3/2026).

        Di samping itu, pemerintah telah mengombinasikan kebijakan akselerasi belanja dengan perbaikan iklim usaha nasional.

        Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen memerlukan dukungan penuh dari seluruh mesin penggerak ekonomi negara. Terlebih lagi, sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor swasta menjadi kunci utama pencapaian tersebut.

        Otoritas fiskal terus memberikan dorongan di lapangan agar laju pertumbuhan berjalan lebih cepat dari perkiraan semula. Selain itu, mesin-mesin ekonomi diklaim telah dihidupkan untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

        Purbaya menjanjikan apresiasi khusus bagi jajarannya apabila realisasi pertumbuhan berhasil melampaui angka 5,5 persen. Pasalnya, capaian tersebut dianggap sebagai prestasi besar di tengah tantangan geopolitik dunia yang sedang memanas.

        Kementerian Keuangan tetap memantau dampak transmisi konflik internasional terhadap daya beli masyarakat di dalam negeri. Di samping itu, optimalisasi APBN sebagai peredam kejut terus dilakukan guna menjaga momentum pemulihan ekonomi.

        Momentum Lebaran diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran uang di berbagai daerah. Namun, pemerintah tetap bersikap realistis dengan mempertimbangkan fluktuasi harga komoditas energi yang masih berlangsung.

        Baca Juga: Soroti Ketimpangan Gaji di Kemenkeu, Purbaya Guyon Mau Potong Gaji Pegawai Pajak

        Strategi penguatan ekonomi domestik kini difokuskan pada penguatan rantai pasok dan efisiensi birokrasi perizinan. Langkah ini diambil agar investasi swasta tetap mengalir deras untuk menopang target pertumbuhan jangka panjang.

        Kinerja ekonomi pada awal tahun ini akan menjadi fondasi penting bagi stabilitas fiskal hingga akhir 2026. Sinergi lintas sektoral diharapkan mampu membawa Indonesia keluar dari tekanan krisis global dengan pertumbuhan yang berkualitas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: