Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Sebut 'Kuba Berikutnya', Picu Kekhawatiran Eskalasi Baru Amerika Serikat

        Trump Sebut 'Kuba Berikutnya', Picu Kekhawatiran Eskalasi Baru Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat kembali memicu ketegangan dengan menyatakan tengah melirik Kuba. Meski belum jelas maksudnya, hal tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait eskalasi baru menyusul operasi militer dari Washington di Venezuela dan Iran.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memicu kekhawatiran global setelah menyatakan bahwa dirinya tengah melirik Kuba. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia membahas keberhasilan operasi militer dari Washington.

        Baca Juga: Update Perang Iran, Amerika Serikat Tetiba Hubungi Pemimpin Kurdi

        Trump tidak menjelaskan secara rinci langkah apa yang akan diambil terhadap Kuba. Namun, ia mengindikasikan bahwa penggunaan kekuatan militer tetap menjadi opsi, meskipun sebelumnya ia menyebut ingin menghindari hal tersebut.

        Dalam pernyataannya, ia juga sempat meminta media untuk mengabaikan ucapannya, sebelum kembali mengulang bahwa target berikutnya adalah Kuba.

        Sebelumnya, Trump juga sempat menyebut kemungkinan “friendly takeover” terhadap Kuba. Namun ia kemudian menyiratkan bahwa langkah tersebut bisa saja tidak berjalan damai.

        Kuba diketahui mengalami krisis energi akibat terganggunya pasokan minyak, yang sebelumnya banyak bergantung pada Venezuela. Amerika Serikat di sisi lain memblokade pasokan minyak terhadap negara tersebut dengan mengancam akan menerapkan tarif kepada pihak yang mengekspor minyak ke Havana.

        Gangguan pasokan serta blokade minyak tersebut menyebabkan pemadaman listrik, masalah transportasi, serta tekanan besar terhadap perekonomian nasional. Kondisi tersebut membuat pemerintah berada dalam posisi rentan.

        Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, mengakui bahwa negaranya tengah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari potensi konfrontasi lebih lanjut.

        Kuba sendiri telah menyatakan siap menghadapi kemungkinan konflik militer dengan Amerika Serikat. Meski skenario tersebut kecil kemungkinannya terjadi, pihaknya menyoroti ancaman dari Trump.

        Pernyataan Trump dinilai dapat memperburuk ketegangan di Amerika Latin. Hal itu terutama jika diikuti dengan langkah konkret dari Washington. Kombinasi antara tekanan ekonomi, diplomasi, dan ancaman militer ini mencerminkan strategi yang semakin agresif terhadap Havana.

        Baca Juga: China Peringatkan Amerika Serikat Terkait Pabrik Amunisi di Filipina

        Situasi ini juga menambah daftar konflik global yang tengah berlangsung, mulai dari Timur Tengah hingga Eropa Timur. Dunia kini menanti apakah pernyataan tersebut akan berkembang menjadi langkah nyata atau tetap sebatas tekanan politik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: