Ketegangan Meningkat, China Selidiki Praktik Dagang Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
China memulai dua investigasi terhadap praktik dagang yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Beijing mencurigai adanya ekosistem yang membuat produk dari negaranya sulit untuk masuk pasar dari Washington.
Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons atas kebijakan perdagangan dari Amerika Serikat. Namun pihaknya memilih tidak langsung melakukan tindakan balasan, melainkan menempuh jalur investigasi terlebih dahulu.
Baca Juga: China Peringatkan Amerika Serikat Terkait Pabrik Amunisi di Filipina
Menurut pernyataan resmi, dua investigasi tersebut merupakan respons terhadap sejumlah kebijakan, termasuk penyelidikan di bawah skema dari Section 301 AS. China menilai kebijakan tersebut membatasi akses produk mereka, sekaligus membatasi ekspor teknologi tinggi dari Washington ke China.
Beijing juga menyoroti kebijakan yang dinilai menghambat perdagangan produk ramah lingkungan serta mengganggu rantai pasok global.
China menyebut investigasi ini akan berlangsung hingga enam bulan ke depan, dengan kemungkinan perpanjangan jika diperlukan. Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pihaknya untuk mengambil langkah lanjutan guna melindungi kepentingan ekonominya.
Meski ketegangan kembali muncul, hubungan dagang kedua negara sejauh ini masih relatif stabil sejak pertemuan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping di Oktober 2025.
Trump menyebut pertemuan tersebut nantinya akan menjadi peristiwa monumental dan mengatakan bahwa kedua pihak tengah merampungkan persiapan. Ia juga menyampaikan rencana untuk menyampaikan undangan untuk melakukan kunjungan balasan ke Xi.
Trump sebelumnya berencana menemui sesama presidennya tersebut pada awal bulan dari April. Namun rencana pertemuan tersebut ditunda akibat perang yang sedang berlangsung antara Iran dam Amerika Serikat.
Gedung Putih sendiri menyatakan bahwa penjadwalan ulang kunjungan mencerminkan kebutuhan sang presiden untuk tetap fokus pada operasi militer di Timur Tengah. Meski demikian, hal itu tidak serta merta menurunkan kepentingan menjaga jalur diplomasi dengan China.
Pertemuan ini sendiri akan menjadi sorotan dunia karena berlangsung di tengah situasi geopolitik yang kompleks, dengan perang dan hubungan tegang dari Washington–Beijing. Pertemuan Trump dan Xi diperkirakan akan membahas berbagai isu penting, mulai dari kerja sama ekonomi hingga konflik geopolitik.
Baca Juga: Amerika Serikat Bilang China Diam-diam Kirim Alat Pembuat Chip ke Iran
Meski demikian, langkah membuka investigasi terhadap praktik dagang ini menunjukkan bahwa potensi konflik ekonomi antara kedua negara masih belum sepenuhnya reda. Jalur diplomasi tetap terbuka, namun perkembangan ini menjadi sinyal bahwa perang dagang global dapat kembali meningkat, dengan dampak signifikan bagi ekonomi dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: