Rusia Ambil Langkah Darurat, Ekspor Bensin Dihentikan Mulai 1 April
Kredit Foto: My Pertamina
Pemerintah Rusia memutuskan menghentikan ekspor bensin mulai 1 April 2026 hingga 31 Juli 2026 untuk menstabilkan pasokan domestik dan merespons gejolak pasar energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada Jumat (27/3/2026) menginstruksikan Kementerian Energi untuk menyusun regulasi larangan ekspor tersebut. Kebijakan ini diambil di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang meningkat akibat ketidakpastian geopolitik.
Dalam pernyataan pemerintah Rusia disebutkan bahwa gejolak pasar minyak dan produk turunannya telah menyebabkan volatilitas harga yang signifikan. Di sisi lain, permintaan global terhadap energi Rusia tetap tinggi, sehingga pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor.
Media pemerintah Rusia, TASS, melaporkan bahwa larangan ekspor bensin tersebut akan berlaku hingga 31 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berulang Rusia dalam menahan lonjakan harga bahan bakar di dalam negeri sekaligus mengatasi potensi kelangkaan pasokan.
Pemerintah Rusia menyatakan bahwa volume pengolahan minyak mentah masih berada pada level tahun sebelumnya, sehingga pasokan produk minyak di dalam negeri dinilai tetap stabil. Namun, tekanan pada distribusi bahan bakar sempat terjadi sebelumnya akibat gangguan operasional kilang serta peningkatan permintaan musiman.
Baca Juga: Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Fasilitas Nuklir Iran: Ancaman Besar Bagi Energi dan Ekonomi Dunia
Baca Juga: Jadi Target Serangan, Rusia Khawatirkan Situasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Iran
Baca Juga: Rusia dan Iran Kian Mesra, Terungkap Diskusi Soal Perang Teheran dan Amerika Serikat
Pada 2025, beberapa wilayah di Rusia dan wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia mengalami kekurangan bensin, seiring meningkatnya serangan terhadap fasilitas kilang minyak serta lonjakan permintaan energi domestik.
Data industri menunjukkan Rusia mengekspor hampir 5 juta metrik ton bensin sepanjang tahun lalu, atau setara sekitar 117.000 barel per hari. Volume tersebut menjadikan Rusia sebagai salah satu pemasok penting di pasar bahan bakar global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: