Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Fasilitas Nuklir Iran: Ancaman Besar Bagi Energi dan Ekonomi Dunia

Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Fasilitas Nuklir Iran: Ancaman Besar Bagi Energi dan Ekonomi Dunia Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Serangan Amerika Serikat dan Israel ke fasilitas nuklir Iran memicu eskalasi baru yang berpotensi mengguncang stabilitas geopolitik dan pasar energi global. Rusia menilai tindakan ini bukan sekadar operasi militer, melainkan ancaman langsung terhadap sistem keamanan internasional.

Target serangan meliputi fasilitas produksi yellowcake di Ardakan dan instalasi air berat di Khondab yang menjadi bagian penting dari program nuklir Iran. Aktivitas militer juga dilaporkan terjadi di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr yang memiliki peran strategis dalam pasokan energi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menegaskan serangan tersebut melanggar hukum internasional dan harus mendapat respons tegas dunia.

“Serangan ini layak mendapat kecaman tegas dan tanpa syarat dari seluruh komunitas internasional,” ujarnya dikutip dari Anadolu Agency.

Ia menilai tindakan tersebut memperbesar risiko konflik terbuka di Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat ketegangan global. Rusia juga menegaskan pihak yang terlibat harus bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Zakharova mendesak International Atomic Energy Agency untuk bersikap lebih tegas dalam merespons ancaman terhadap fasilitas nuklir. Ia juga berharap Direktur Jenderal Rafael Grossi dapat mendorong penghentian serangan setelah menerima laporan dari Iran.

Menurut Rusia, serangan ini berisiko merusak fondasi rezim non-proliferasi nuklir global serta melemahkan standar keselamatan internasional. Hal ini membuka potensi krisis baru yang tidak hanya bersifat regional, tetapi juga berdampak lintas negara.

“Kami dengan tegas mengecam langkah destruktif ini. Pihak-pihak yang menempuh jalan tersebut harus segera menghentikannya,” tegas Zakharova.

Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran Rusia terhadap eskalasi yang dapat keluar dari kendali.

Secara terpisah, Kepala Rosatom Alexey Likhachev mengungkapkan kondisi di Bushehr terus memburuk. Ledakan amunisi dilaporkan kembali terjadi di dekat fasilitas vital yang memasok air untuk sistem reaktor, menambah risiko keselamatan.

Insiden ini menjadi kejadian ketiga dalam waktu berdekatan yang terjadi di sekitar pembangkit nuklir tersebut. Situasi ini memperbesar potensi gangguan operasional hingga ancaman kecelakaan nuklir yang lebih serius.

Ketegangan di sekitar fasilitas nuklir Iran menambah tekanan terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah yang juga merupakan pusat produksi energi dunia. Kondisi ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan volatilitas pasar global.

Baca Juga: Jadi Target Serangan, Rusia Khawatirkan Situasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Iran

Bagi investor, eskalasi konflik ini menjadi sinyal risiko baru yang perlu dicermati terutama di sektor energi dan komoditas. Kenaikan harga minyak berpotensi menguntungkan emiten energi, namun di sisi lain meningkatkan tekanan inflasi global.

Pelaku usaha juga perlu mewaspadai dampak lanjutan berupa gangguan rantai pasok dan kenaikan biaya logistik. Sementara itu, volatilitas pasar keuangan berpotensi meningkat seiring ketidakpastian geopolitik yang semakin tinggi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Ferry Hidayat