Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diplomasi Mandek, Amerika Serikat Bakal Kerahkan Ribuan Tentara hingga Pasukan Elite di Iran

        Diplomasi Mandek, Amerika Serikat Bakal Kerahkan Ribuan Tentara hingga Pasukan Elite di Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat dikabarkan tengah  tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran. Hal ini menyusul tidak adanya sinyal kemajuan diplomasi dalam perang keduanya yang terus berlanjut dan memasuki pekan kelima di 2026.

        Dikutip dari The Washington Post, Pentagon dikabarkan tengah menyiapkan operasi darat menuju Iran. Rencana operasi tersebut  mencakup kemungkinan pengerahan pasukan operasi khusus hingga infanteri konvensional untuk melakukan serangan terbatas di Teheran.

        Baca Juga: Ratusan Anak Tewas, China Kecam Serangan Amerika Serikat ke Iran

        Meski rencana telah disusun, belum ada kepastian apakah hal tersebut akan disetujui oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia sendiri baru-baru ini mengirimkan proposal perdamaian untuk Iran.

        Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

        Amerika Serikat juga menyoroti blokade yang dilakukan negara tersebut terhadap Selat Hormuz. Trump dilaporkan tak ingin hal itu terjadi kembali dan oleh karenanya, ia juga meminta kontrol atas Selat Hormuz.

        Presiden Iran, Masoud Pezeshkian di sisi lain tengah menkaji proposal itu. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kepercayaan sebagai dasar untuk membuka jalur negosiasi. Ia memberikan sinyal bahwa pihaknya belum melupakan bagaimana serangan terjadi tak lama usai negosiasi pengembangan nuklir dengan Washington.

        Mandeknya upaya diplomasi ini membuat dunia khawatir, apalagi mengingat adanya peringatan dari Trump. Ia memperingatkan bahwa jika proposal tersebut tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer yang lebih berat ke Iran.

        Ancaman Trump cukup mengkhawatirkan karena dibarengi dengan sejumlah pengerahan pasukan tambahan ke Timur Tengah. Washington dilaporkan tengah berencana mengirim ribuan pasukan elitenya ke Timur Tengah.

        Salah satu yang menjadi sorotan adalah kabar bahwa mereka tengah mempertimbangkan pengiriman sekitar empat ribu tentara dari 82nd Airborne Division. Pasukan elite dengan respons cepat tersebut saat ini berbasis di Fort Bragg, North Carolina.

        Amerika Serikat juga dikabarkan tengah mempertimbangkan pengiriman tentara hingga 10.000. Pasukan tambahan ini kemungkinan akan mencakup unit infanteri, kendaraan lapis baja hingga dukungan tempur lainnya. 

        Terbaru, Washington juga untuk pertama kalinya mengonfirmasi penggunaan kapal drone tanpa awak (uncrewed surface vessels) dalam operasi militer aktif melawan Iran. Hal ini menandai eskalasi penggunaan teknologi otonom baru dalam konflik modern.

        Rencana pasukan tambahan in isendiri masih dalam tahap pembahasan internal dan belum menjadi keputusan final. Namun, Washington dengan hal tersebut menunjukkan bahwa mereka terus meningkatkan kesiapan militernya dalam menghadapi Iran.

        Rencana operasi darat berpotensi meningkatkan eskalasi konflik secara signifikan, mengingat keterlibatan langsung pasukan darat biasanya menandai fase perang yang lebih intens. Jika direalisasikan, langkah ini dapat memperluas dampak konflik tidak hanya regional tetapi juga secara global.

        Baca Juga: China Tuduh Filipina Lakukan Manuver Berbahaya di Laut China Selatan

        Eskalasi konflik juga berpotensi memicu kenaikan harga minyak, ketidakstabilan pasar global hingga gangguan rantai pasok energi. Bagi Indonesia, kondisi ini dapat berdampak pada inflasi dan stabilitas ekonomi, mengingat ketergantungan terhadap energi impor.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: