Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Mau Libatkan Negara Arab untuk Menanggung Biaya Perang Melawan Iran

        Trump Mau Libatkan Negara Arab untuk Menanggung Biaya Perang Melawan Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut kemungkinan mempertimbangkan untuk meminta negara-negara Arab ikut menanggung biaya perang melawan Iran.

        Gedung Putih mengatakan meski belum dapat memastikan langkah tersebut karena keputusan berada di tangan Presiden Trump sendiri. Namun, ia mengindikasikan bahwa gagasan tersebut memang pernah disampaikan Trump dan berpotensi kembali diutarakan ke publik.

        "Saya tidak ingin mendahului Presiden, tetapi itu adalah ide yang saya ketahui pernah dia lontarkan dan kemungkinan akan sering Anda dengar darinya," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin (30/3).

        Sinyal Gedung Putih untuk mencari dukungan pendanaan dari kawasan Timur Tengah ini mengemuka di tengah lonjakan anggaran operasi militer AS yang sangat drastis.

        Awal bulan ini, sejumlah pejabat Departemen Pertahanan AS (Pentagon) melaporkan kepada pihak Kongres bahwa pemerintahan Trump telah menggelontorkan dana lebih dari 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp191,6 triliun). Nominal fantastis tersebut dihabiskan hanya dalam enam hari pertama peperangan melawan Iran.

        Lebih lanjut, angka tersebut diyakini masih akan terus membengkak. Pasalnya, biaya triliunan rupiah itu belum mencakup perbaikan kerusakan akibat pertempuran maupun biaya penggantian alutsista yang rusak.

        Mengutip laporan Wall Street Journal, mantan pejabat anggaran Pentagon yang kini memantau aliran dana perang untuk American Enterprise Institute, Elaine McCusker, memproyeksikan bahwa kerusakan tempur tersebut akan menelan biaya tambahan sekitar 1,4 miliar hingga 2,9 miliar dolar AS bagi Pentagon selama tiga pekan pertama konflik berlangsung.

        Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih mengenai kemungkinan keterlibatan langsung negara-negara Arab dalam pembiayaan konflik tersebut dan negara Arab mana saja yang akan menanggung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: